Duka di Gaza: Relawan Taklukkan Blokade Demi Tonton Piala Dunia, Tewas Diserang Israel

Warga Palestina di Gaza berbondong-bondong memberikan penghormatan terakhir kepada seorang anggota senior organisasi bantuan utama Mesir, yang mengadakan pemutaran Piala Dunia di wilayah yang hancur itu sebelum tewas dalam serangan udara Israel terhadap taksi yang ditumpanginya pekan ini.

Serangan pada Selasa malam menjelang pertandingan Mesir versus Argentina itu menewaskan Mohammed al-Wahidi, yang merupakan warga Palestina, bersama tiga orang lainnya. Menurut tenaga medis, dua di antaranya adalah kakak beradik yang melintas, berusia 10 dan 8 tahun, di lingkungan Sabra, Kota Gaza. Pusat Hak Asasi Manusia Palestina mengatakan korban keempat bernama Ahmed Jehad Rajab Doghmosh, 30 tahun, yang juga berada di dalam taksi. Tidak jelas apakah ia sopir atau penumpang.

Al-Wahidi, 57 tahun, adalah direktur hubumg masyarakat Komite Bantuan Mesir di Gaza. Ia termasuk orang pertama yang membantu membersihkan puing-puing, membuka kembali jalan, dan membangun kamp-kamp bagi keluarga yang mengungsi. Komite Mesir menyebut al-Wahidi sebagai tetua komunitas yang dihormati, yang bekerja menyelesaikan perselisihan, memberi makan fakir miskin, dan menghadirkan kebahagiaan dengan menyelenggarakan pemutaran umum pertandingan Piala Dunia.

Menonton pertandingan di layar raksasa membawa kebahagiaan bagi ribuan penggemar sepak bola di kantong kantung Gaza yang hancur akibat perang genosida Israel yang telah berlangsung lebih dari dua tahun. Warga Palestina, seperti kebanyakan negara Arab, memberikan dukungan kepada tim Mesir yang tampil kuat sebelum Argentina menyingkirkan mereka dari turnamen.

“Ayah saya bekerja keras membawa sedikit hiburan bagi rakyat, bagi para pengungsi, bagi kami semua yang menderita di Gaza. Dia mencoba mendekatkan pertandingan itu ke tenda-tenda dan tempat tinggal mereka yang hancur,” kata putranya, Fawaz, kepada kantor berita Reuters.

MEMBACA  Operasi IDF di Gaza Tengah Gagalkan Serangan Mendadak Jihad Islam

Dua sumber keamanan Mesir mengatakan al-Wahidi bertanggung jawab atas logistik di badan bantuannya, yang menjadi lengan bantuan pemerintah Mesir sejak 2023 di wilayah Palestina. Sumber-sumber itu menyebut bahwa seorang pejabat senior Mesir telah menyampaikan kematian al-Wahidi kepada Israel, mengecam pembunuhan terus-menerus di Gaza serta hambatan terhadap kerja komite tersebut.

Saat pemakaman pada hari Rabu, ratusan orang berkumpul. Jenazah al-Wahidi dibungkus dengan bendera Palestina dan Mesir sebelum dikuburkan. Tetangga dan teman-teman terus berdatangan ke rumahnya sepanjang hari untuk memberikan penghormatan. Bekerja untuk lembaga bantuan Mesir memang melelahkan, kata Fawaz, meski al-Wahidi sering bilang kepada keluarganya bahwa ia ingin menolong mereka yang terusir oleh perang.

Pembunuhan terus terjadi di Gaza meskipun Israel dan Hamas telah menyetujui gencatan senjata pada 10 Oktober 2025. Sejak saat itu, meskipun pertempuran di darat berkurang, Israel terus melakukan serangan udara yang menewaskan sedikitnya 1.092 warga dan melukai lebih dari 3.507 orang selama “gencatan senjata”, menurut Kemenkes Palestina. Total sejak Oktober 2023, operasi genosida Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 73.118 warga, demikian data Kementerian Kesehatan.

Tinggalkan komentar