Film ini menjalani perjalanan yang sangat panjang dan sulit sebelum akhirnya bisa dirilis.
Awalnya film ini diberi judul Ghallughara, sebuah istilah dalam bahasa Punjabi yang merujuk pada masa-masa tergelap dalam sejarah Sikh, yaitu pembantaian massal oleh pasukan Mughal pada tahun 1746 dan oleh pasukan penguasa Afghanistan, Ahmad Shah Durrani, pada tahun 1762.
Sutradara Honey Trehan mengatakan bahwa Badan Sertifikasi Film India (CBFC) meminta para pembuat film untuk mengganti judul tersebut saat proses sertifikasi, namun tidak menjelaskan alasan mereka secara terbuka. Film itu kemudian berganti judul menjadi Punjab ’95, merujuk pada tahun menghilangnya Khalra.
Film ini seharusnya tayang perdana di Festival Film Internasional Toronto tahun 2023, tetapi produsennya menarik diri karena masalah sertifikasi di India belum terselesaikan. Pihak festival tidak secara terbuka mengaitkan penarikan tersebut dengan sengketa sertifikasi.
Persoalan utamanya adalah daftar panjang perubahan yang diminta oleh CBFC. Trehan mengatakan pada tahun 2025 kepada situs berita Scroll bahwa jumlah keberatan awalnya hanya 21, tapi akhirnya bertambah hingga 127 usulan pemotongan. “Apa pun yang merujuk pada kenyataan harus dihilangkan,” ujarnya, dan ia berargumen perubahan itu akan mengubah film secara fundamental.
Dalam wawancara dengan New Lines Magazine tahun lalu, Trehan mengungkapkan bahwa setelah beberapa kali peninjauan, CBFC meminta perubahan termasuk judul baru, penghilangan referensi tentang Khalra, dan suntingan pada adegan kekerasan polisi. Ia juga menyebut lembaga tersebut mempertanyakan beberapa klaim fakta dalam film dan memperingatkan bahwa film itu bisa memicu masalah keamanan di Punjab.
Para pembuat film awalnya menggugat tuntutan CBFC di Pengadilan Tinggi Bombay, tapi kemudian mencabut gugatan mereka demi menerima perubahan itu dan berharap mendapat sertifikasi. Trehan kemudian mengatakan daftar potongan dan perubahan terus bertambah meskipun ada upaya untuk menyelesaikan sengketa. CBFC tidak memberikan komentar publik tentang pernyataannya.
Masalah yang belum terselesaikan ini membuat proyek film itu tertahan selama hampir tiga tahun.
Namun minggu lalu, para pembuat film mengumumkan bahwa mereka akan melewati rilis di bioskop dan langsung menayangkannya di ZEE5 dengan judul baru, Satluj.
Pada hari perilisan di ZEE5, Trehan mengatakan film itu dirilis “tanpa potongan atau kompromi” dalam bentuk asli yang mereka buat, meskipun mereka tidak bisa mempertahankan judul Punjab ’95.
Film yang dirilis di bioskop India harus disertifikasi CBFC berdasarkan Undang-Undang Sinematografi. Tapi film yang dirilis langsung di platform streaming tidak memerlukan izin tersebut. Platform streaming seperti ZEE5 tunduk pada Aturan Teknologi Informasi 2021, yang mewajibkan kategori usia, kode etik, dan mekanisme pengaduan, namun tidak membebaskan dari perintah penghapusan berdasarkan hukum India.
Setelah film itu dihapus dari platform streaming untuk penonton India, Trehan mengatakan pada surat kabar The Indian Express, “Saya bingung sekarang. Saya tidak tahu harus bereaksi bagaimana terhadap perkembangan ini.”
Sementara itu, ZEE5 mengatakan mereka mendukung film itu dan “visi kreatif di baliknya”, serta “berharap bisa menayangkannya kembali segera”, tanpa menyebut tenggat waktu
Ikuti BBC News India di Instagram, YouTube, Twitter, dan Facebook.