Nigel Farage mengaku tidak bersalah di tengah penyelidikan parlemen soal bantuan yang tidak dilaporkan, yang ia terima dari seorang penipu. Politisi sayap kanan ini menyebut semua tuduhan itu bagian dari serangan “establishment” terhadap dirinya.
Farage, pemimpin Partai Reform UK, mengumumkan pengunduran dirinya sebagai anggota parlemen setelah skandal keuangan terbongkar. Namun, ia berniat maju lagi dalam pemilu sela di daerah pemilihannya, Clacton. Dalam pidatonya yang panas, ia menantang publik untuk menilai sendiri: “Ini adalah pemilu rakyat melawan establishment. Kesempatan untuk menunjukkan sikap pada mereka semua.”
Semua ini bermula ketika The Sunday Times membongkar bahwa Farage menerima bantuan dari George Cottrell, seorang pria yang pernah dipenjara di AS tahun 2017 karena kasus penggelapan uang. Cottrel disebut merekrut dan membayar tiga staf media sosial Farage serta meminjami dia sebuah rumah mewah di dekat Istana Buckingham – sisanya tidak deklarasi oleh Farage.
Meski demikian, Farage bersikeras bahwa ia “tidak melanggar hukum, apalagi uang negara”. Baginya, bantuan pribadi seperti itu adalah hal biasa. Ia bahkan sudah terlebih dulu diselidiki karena menerima hadiah 5 juta pounds (sekitar Rp130 Miliar) dari kripto jutawan Christopher Harborne untuk keamanan pribadi.
Dengan mata berkaca-kaca, Farage menjelaskan langkahnya mundur lantaran privasi dan keamanan keluarganya terancam. “Saya butuh perlindungan seumur hidup. Dan bersyukurlah pada Harborne, karena sekarang saya tak akan kekurangan modal,” tutupnya.