Penggunaan RAF Fairford oleh pasukan AS menggarisbawahi peran Inggris yang semakin aktif dalam perang AS-Israel melawan Iran.
Dengarkan artikel ini | 3 menit
Diterbitkan Pada 12 Mar 2026
Tiga pembom strategis jarak jauh B-1B Lancer Amerika Serikat telah mendarat di RAF Fairford di Inggris. Kedatangan ini terjadi usai misi serangan pertama AS terhadap Iran yang diluncurkan dari pangkalan Inggris, dalam konteks perang AS-Israel dengan Iran.
Tim Al Jazeera menyaksikan pesawat-pesawat itu kembali ke pangkalan, sementara kru darat memindahkan stok baru bom penghancur bunker yang dilengkapi dengan kit pemandu JDAM (Joint Direct Attack Munition) di sepanjang landasan.
Rekomendasi Cerita
Sejak AS dan Israel pertama kali menyerang Iran pada 28 Februari, militer Inggris telah bergabung dalam operasi untuk mencegat drone dan serangan misil balasan Iran di seluruh Timur Tengah, serta telah mengerahkan aset tambahan ke Mediterania timur.
Di awal pecahnya perang, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan telah menolak izin bagi AS untuk menggunakan pangkalan Inggris guna menyerang Iran.
Namun, pada 1 Maret, Starmer berubah haluan. Ia menyatakan bahwa Westminster telah menyetujui permintaan AS untuk menggunakan pangkalan Inggris dengan tujuan “defensif”, yaitu menghancurkan misil Iran “di sumbernya”, setelah sebuah drone menyerang pangkalan militer Inggris di Siprus.
Meski demikian, operasi terkini di RAF Fairford menandai pergeseran dalam jenis amunisi yang digunakan dalam kampanye pengeboman AS, serta menyoroti peran fasilitas Inggris yang semakin aktif dalam operasi pengeboman strategis Amerika.
Kru darat memuat amunisi ke dalam pembom B-1 Angkatan Udara AS di RAF Fairford, Inggris [Christopher Furlong/Getty]
B-1B Lancer adalah pembom strategis jarak jauh yang mampu membawa muatan konvensional dalam jumlah besar.
Bom penghancur bunker yang disiapkan di RAF Fairford dilengkapi dengan kit JDAM, sistem pemandu yang mengubah bom tak berpandu—seperti Mk-82 500 pon, Mk-83 1.000 pon, dan Mk-84 2.000 pon—menjadi senjata berpandu presisi dengan menambahkan unit ekor navigasi inertial dan GPS beserta sirip kendali.
Kit ini juga dapat dipasang pada bom penetrator seperti BLU-109, yang digunakan Israel dalam perangnya di Gaza, memungkinkan pesawat untuk menyerang target yang dikeraskan atau berada di bawah tanah.
Setelah terpasang, bom dapat diprogram dengan koordinat target dan dipandu, meski umumnya harus dilepaskan lebih dekat ke target dibandingkan misil *stand-off* jarak jauh.
Mayoritas Publik Inggris Menentang Perang
Anggota Komite Pertahanan House of Commons telah menerima pengarahan tentang penggunaan pangkalan Inggris. Pejabat pemerintah berulang kali berbicara tentang pendekatan “defensif”.
Pada Senin, Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengatakan pasukan Inggris telah “melaksanakan operasi militer defensif sejak hari pertama” perang melawan Iran.
Sementara itu, jajak pendapat menunjukkan bahwa mayoritas publik menentang perang ini.
Dalam pol yang dilakukan YouGov dan dirilis Senin, hanya 10% publik Inggris yang disurvei “sangat mendukung” aksi militer AS terhadap Iran, sementara 37% menyatakan “sangat menentang”.
Dalam pol YouGov lain yang dirilis Rabu, 61% publik menyatakan mereka menganggap alasan di balik serangan AS ke Iran masih “tidak jelas”.