Daniel Bush
Koresponden Washington
Tonton: BBC melaporkan suasana di Davos menjelang kedatangan Trump ke forum ekonomi
Upaya Presiden Donald Trump untuk mengakuisisi Greenland telah memicu tentangan dari Partai Republik di Kongres, seiring dengan semakin vokalnya para anggota dewan mengenai kekhawatiran atas intervensi militer AS di luar negeri.
Namun, masih belum jelas apakah cukup banyak anggota Republik yang bersedia bergabung dengan Demokrat untuk menghalangi pengambilalihan wilayah kepulauan tersebut — dan apakah Trump akan tunduk pada tekanan Kongres, atau bertindak sendiri seperti yang telah dilakukannya beberapa kali dalam masa jabatan kedua yang ditandai oleh semakin dalamnya keterlibatan Amerika di kancah internasional.
Fokus pada Greenland telah berkembang menjadi diskusi yang lebih luas mengenai penggunaan kekuatan militer secara unilateral oleh pemerintahan Trump, disertai tekanan diplomatik dan ekonomi, untuk memproyeksikan kekuasaan di Venezuela, Iran, dan wilayah lain di dunia.
Partai Republik sebagian besar mendukung agenda kebijakan luar negeri Trump sejak ia kembali ke Gedung Putih. Tetapi kini, semakin banyak dari mereka yang berpihak pada Demokrat di Kongres dan sekutu-sekutu NATO yang menyatakan bahwa pengambilalihan Greenland akan melanggar hukum AS dan internasional.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pimpinan Republik menyatakan bahwa minat AS untuk membeli Greenland atau merebutnya melalui kekuatan militer sangat kecil. Beberapa anggota Kongres dari Partai Republik juga bergabung dengan Demokrat untuk menentang rencana baru Trump menerapkan tarif pada negara-negara yang tidak mendukung upayanya mengakuisisi wilayah yang berpemerintahan sendiri namun dikontrol Denmark itu.
Tarif yang diusulkan akan “merugikan Amerika, merugikan bisnis Amerika, dan merugikan sekutu-sekutu Amerika,” tulis Senator Thom Tillis dari Carolina Utara di media sosial, seraya menambahkan bahwa langkah itu justru menguntungkan Tiongkok dan Rusia. “Ini bagus untuk Putin, Xi, dan pihak-pihak lawan lain yang ingin melihat NATO terpecah.”
Anggota Republik lainnya berpendapat ambisi Trump untuk mencaplok Greenland berpotensi melemahkan aliansi NATO — yang di dalamnya termasuk AS dan Denmark — di tengah makin meningkatnya ketegangan antara AS dan sekutu-sekutu Eropa.
“Penghormatan terhadap kedaulatan rakyat Greenland harus bersifat mutlak dan tidak dapat ditawar,” ujar Senator Lisa Murkowski, ko-ketua Gugus Tugas Arktik Senat, dalam sebuah pernyataan.
Trump berargumen bahwa AS harus menguasai wilayah tersebut agar dapat lebih kompetitif menghadapi Tiongkok dan Rusia di Arktik, dan telah bersumpah akan mengambilnya “dengan satu atau lain cara”.
Pada hari Selasa, presiden AS tersebut meremehkan kekhawatiran bahwa isu ini merugikan NATO ketika ditanya oleh BBC apakah ia bersedia melihat aliansi keamanan yang telah berusia puluhan tahun itu runtuh sebagai konsekuensi dari dorongannya untuk mendapatkan wilayah tersebut. Trump mengulangi pandangannya bahwa kepemilikan atas Greenland sangat krusial untuk keamanan AS dan global.
“Kita membutuhkan [Greenland] untuk keamanan nasional dan bahkan keamanan dunia,” katanya.
Tonton: BBC bertanya apakah keruntuhan NATO adalah harga yang rela dibayar Trump untuk Greenland
Namun, sikap keras kepala Trump untuk memperoleh wilayah itu semakin tidak populer di Capitol Hill.
Kongres memiliki beberapa opsi untuk mencoba mengendalikan Trump, jika Partai Republik dan Demokrat memang memilih untuk berseteru dengan presiden mengenai Greenland.
Kongres memiliki kekuatan anggaran dan secara teori harus menyetujui pendanaan yang digunakan untuk membeli Greenland, ujar para ahli. Denmark dan Greenland sama-sama bersikeras bahwa pulau tersebut tidak dijual.
“Jika Trump ingin membeli Greenland, itu akan memerlukan undang-undang dari Kongres untuk menyediakan dananya,” kata Daniel Schuman, Direktur Eksekutif American Governance Institute dan ahli prosedur kongres. Kemungkinan Kongres dapat mengalihgunakan anggaran yang ada untuk membeli wilayah tersebut sangat kecil, tambah Schuman.
Meski demikian, pemerintahan telah memperluas penggunaan kekuasaan eksekutif untuk menerapkan agenda imigrasi dan tarif Trump, di antara isu-isu lainnya. Pemerintahan mungkin akan mencoba mengklaim kewenangan baru untuk merebut Greenland yang memungkinkan mereka mengesampingkan segala hambatan dari Kongres, ujar Schuman.
Anggota dewan yang khawatir dengan invasi militer ke Greenland telah memberikan sinyal dukungan terhadap langkah-langkah yang melarang tindakan AS tanpa persetujuan Kongres. Tetapi tidak jelas apakah proposal tersebut mendapat dukungan Republik yang cukup untuk disahkan di salah satu kamar Kongres.
Lima Senator Republik bergabung dengan Demokrat awal bulan ini untuk mengajukan rancangan undang-undang yang akan menghalangi pemerintahan mengambil tindakan militer lebih lanjut di Venezuela, menyusul serangan pada bulan Desember yang menggulingkan mantan Presiden Nicolás Maduro.
Resolusi kewenangan perang untuk Venezuela pada akhirnya gagal melengser di Senat. Namun, itu menandakan kekecewaan yang semakin besar dari anggota Kongres Republik dan Demokrat terhadap penggunaan kekuatan militer Trump di luar negeri, setelah ia berkampanye pada 2024 dengan janji untuk mengurangi keterlibatan AS dalam konflik asing. Pekan lalu, delegasi kongres dua partai mengunjungi Denmark sebagai simbol dukungan bagi Greenland.
Juga tidak jelas bagaimana respons Senat, yang meratifikasi perjanjian, jika AS mencapai semacam kesepakatan dengan Denmark untuk mengambil alih sebagian atau seluruh Greenland.
AS memiliki perjanjian yang sudah ada dengan Denmark yang dibentuk pada 1951, yang memungkinkan AS memperluas kehadiran militernya di Greenland. Murkowski dan anggota Republik lainnya berpendapat bahwa AS tidak perlu mengambil alih wilayah tersebut untuk memenuhi kebutuhan keamanan nasional di kawasan itu.
Senat dapat berusaha menggagalkan Trump dengan menentang perjanjian antara AS dan Denmark, jika kedua negara mencapai kesepakatan. Ratifikasi perjanjian memerlukan dukungan dua pertiga di Senat, jumlah yang saat ini jauh dari jangkauan Partai Republik.
Getty Images
Pekan lalu, delegasi dua partai AS yang termasuk Senator Lisa Murkowski (T) mengunjungi Denmark sebagai wujud solidaritas dengan sekutu AS tersebut
Beberapa anggota Republik telah memberi indikasi bahwa mereka mempertimbangkan untuk bersebrangan dengan Trump dalam hal Greenland. Senator Mitch McConnell dari Kentucky, mantan pemimpin mayoritas di majelis tinggi Kongres, mengatakan kepada wartawan bahwa pengambilalihan wilayah tersebut oleh AS akan “menghancurkan kepercayaan sekutu”.
Menghadapi kekhawatiran Partai Republik yang semakin besar atas Greenland, Trump mungkin akan berusaha membuat kesepakatan yang tidak sepenuhnya berupa perjanjian formal dan tidak memerlukan persetujuan Senat.
Namun analis menyatakan bahwa tidak jelas apakah presiden memiliki kewenangan untuk membuat perjanjian semacam itu tanpa masukan dari Kongres.
“Banyak perjanjian internasional disepakati dalam bentuk lain selain traktat,” ujar Josh Chafetz, profesor di Georgetown Law, namun “saya skeptis bahwa sesuatu dengan skala sebesar ini dapat diselesaikan murni sebagai perjanjian eksekutif.”
Trump tidak menyatakan pada Selasa apakah ia merasa dibatasi oleh hal apa pun dalam upayanya memperoleh Greenland. Ditanya sejauh apa ia bersedia melangkah, Trump meminta wartawan untuk menantikan perkembangannya.
“Saya rasa sesuatu akan terjadi yang akan sangat baik bagi semua pihak,” kata Trump.
Pelaporan tambahan oleh Kayla Epstein.
‘Kami hanya ingin dibiarkan sendiri’: Penduduk Greenland menanggapi ancaman pengambilalihan oleh Trump.