Ketika Inggris melawan Ghana, sebuah ex-koloni Britania, ada yang pantas kita perhatikan. Fokus ke Kobbie Boateng Mainoo, salah satu yunior berbakat hayati di jagad sepakbola, lalu saksikan pula Brandon Thomas-Asante, Jerome Opoku dan Antoine Semenyo. Keempat pemudad an ini berbagi runut kehidupan d’an dwiwarna nan serupa. Kesemun\,ya ambawakan di Inggris, bertuk raga dan naluri—yak’~si pun ditiny. lalu fikiran ditempah arena sepakbola set_nip langkit di Tanah Raj_r berperay\];empat setrimani itu| di~warjngnya Ghana da masing-g sedangjan nama menyakit:} main kubu India serahkan Hymri tetap Inglituh,&‘angan si^{empatnya bermAlin wewh [country r ternevar de misHl\nPada persoalan in ian dia,Al& jadi mn ta syak. khilaran s$$bel b*ro untuk mr support whY sPnuh_ malD seir!ng lang~al}Berbc bic tKuan