Badan pengatur sepak bola Eropa menjatuhkan denda pada klub Portugal, Benfica, atas pelecehan rasial oleh suporternya dalam pertandingan Liga Champions.
Diterbitkan Pada 25 Mar 202625 Mar 2026
Benfica didenda oleh UEFA akibat pelecehan rasial oleh pendukungnya dalam laga Liga Champions melawan Real Madrid. Dalam insiden terpisah, penyerang Madrid, VinÃcius Junior, juga diduga dilecehkan secara rasial oleh pemain Benfica, Gianluca Prestianni.
Penyelidikan UEFA terhadap Prestianni masih berlangsung, sementara putusan atas dakwaan lain terhadap Benfica terkait pelanggaran suporter dalam pertandingan 17 Februari di Lisbon telah diterbitkan pada Rabu.
Artikel Rekomendasi
list of 4 items
end of list
Benfica didenda 40.000 euro (sekitar 46.000 dolar AS) atas “nyanyian dan gestur tidak senonoh oleh dua pendukung,” ungkap UEFA pada Rabu. Klub Portugal itu harus menjalani masa percobaan satu tahun untuk menghindari penutupan sebagian Estadio da Luz (Stadion Cahaya) di Lisbon dalam pertandingan kompetisi Eropa mendatang.
Sebelumnya, Benfica telah menskors lima suporter yang sedang diselidiki atas “perilaku tidak pantas bernuansa rasial di tribune.”
Rekaman televisi memperlihatkan sejumlah pendukung membuat gestur monyet setelah kemenangan 1-0 Madrid pada leg pertama babak play-off knockout Liga Champions.
Pertandingan sempat terhenti hampir 10 menit ketika VinÃcius memberitahu wasit bahwa Prestianni memanggilnya “monyet” usai ia mencetak gol dan bercelebrasi di depan suporter Benfica.
Prestianni, yang membantah tuduhan tersebut, menarik kaosnya untuk menutupi mulutnya saat ucapan penghinaan itu diduga diucapkan.
Gelandang sayap Argentina itu diskors oleh UEFA dari leg kedua di Madrid saat penyelidikan berlangsung. Ia menghadapi sanksi larangan bermain selama 10 pertandingan dalam kompetisi UEFA.