Australia Tangkap Mantan Prajurit Roberts-Smith Terkait Dugaan Kejahatan Perang di Afghanistan

Penangkapan ini terjadi setelah Roberts-Smith kalah dalam gugatan pencemaran nama baik terhadap para jurnalis yang melaporkan keterlibatannya dalam pembunuhan pria Afganistan yang tidak bersenjata.

Diterbitkan Pada 7 Apr 2026

Mantan prajurit pasukan khusus Australia, Ben Roberts-Smith, telah ditangkap di bandara Sydney dan diperkirakan akan menghadapi tuduhan kejahatan perang yang diduga dilakukan di Afghanistan, menurut Australian Broadcasting Corporation (ABC).

Komisioner Polisi Federal Australia Krissy Barrett mengatakan kepada wartawan di Sydney pada hari Selasa, pria berusia 47 tahun itu diharapkan hadir di pengadilan di New South Wales pada hari yang sama untuk menghadapi lima dakwaan kejahatan perang berupa pembunuhan. Korban adalah warga negara Afganistan yang tidak bersenjata dan “tidak terlibat dalam permusuhan pada saat pembunuhan yang dituduhkan terjadi,” lapor ABC.

Artikel Rekomendasi

Barrett menyatakan bahwa tuduhan ini merupakan hasil penyelidikan “kompleks” oleh AFP dan Kantor Penyelidik Khusus (OSI) yang dimulai sejak 2021.

Penangkapan ini menyusul kekalahan Roberts-Smith dalam proses defamasi yang dia ajukan terhadap jurnalis yang melaporkan bahwa dia “terlibat dan bertanggung jawab atas pembunuhan” tiga pria Afganistan.

Seorang hakim Australia pada 2023 memutuskan bahwa jurnalis-jurnalis tersebut tidak melakukan pencemaran nama baik terhadap Roberts-Smith. Keputusan ini diteguhkan kembali oleh Pengadilan Lengkap Federal Court of Australia pada Mei tahun lalu.

Rawan Arraf, Direktur Eksekutif Australian Centre for International Justice, menyebut penangkapan ini sebagai “langkah signifikan dan telah lama dinantikan bagi para korban dan komunitas terdampak” di Afghanistan, di mana Roberts-Smith pernah ditugaskan beberapa kali.

“Penyelidikan dan penuntutan yang tepat atas dugaan kejahatan perang oleh anggota pasukan khusus Australia di Afghanistan sangat penting untuk memastikan keadilan bagi korban Afganistan serta agar Australia memenuhi kewajibannya menurut hukum internasional,” ujar Arraf dalam sebuah pernyataan.

MEMBACA  FIFA Tuduh Malaysia Palsukan Dokumen Kewarganegaraan Pemain

Sekitar 39.000 prajurit Australia ditugaskan ke Afghanistan sebagai bagian dari operasi pimpinan AS dan NATO melawan Taliban dan kelompok bersenjata lainnya selama dua dekade.

Kasus Roberts-Smith telah menarik perhatian yang cukup besar di Australia, antara lain karena sebelum adanya tuduhan ini, ia menerima medali Victoria Cross untuk penugasannya yang kelima di Afghanistan dan dilaporkan sebagai veteran perang Australia yang masih hidup dengan penghargaan terbanyak.

Sementara itu, mantan pengacara militer Australia David McBride masih menjalani hukuman penjara di Australia karena perannya dalam mengungkap informasi mengenai dugaan kejahatan perang Australia di Afghanistan.

Senator Australia David Shoebridge menanggapi berita penangkapan Roberts-Smith dengan menulis “Bebaskan David McBride” dalam sebuah postingan singkat di X.

Tinggalkan komentar