Majelis Nasional Prancis telah memutuskan untuk mencabut zona emisi rendah, sebuah kebijakan utama yang diperkenalkan semasa masa jabatan pertama Presiden Emmanuel Macron untuk mengurangi polusi perkotaan.
ZFE (zones à faibles émissions) dikritik karena paling berdampak pada mereka yang tak mampu membeli kendaraan lebih ramah lingkungan.
Segelintir anggota parlemen dari partai Macron bergabung dengan oposisi dari kanan dan ekstrem kanan dalam voting 98-51 untuk menghapus zona ini, yang sejak 2019 telah diperluas ke berbagai kota di Prancis.
Usulan ini diajukan oleh Pierre Meurin dari Partai Rassemblement National sayap ekstrem kanan dan didukung beberapa organisasi otomotif.
Tapi ini jadi kemenangan pribadi bagi penulis Alexandre Jardin yang mendirikan gerakan “Les #Gueux” (Pengemis), dengan argumen bahwa “ekologi telah berubah jadi olahraga kaum kaya.”
“Semua berperan dalam voting ini. Anggota parlemen memilih akhiri mimpi buruk ini atau abstain,” katanya ke koran Le Figaro.
“Mereka takut kembali ke daerah pemilihan jika menolak pencabutan ZFE.”
Zona emisi rendah dimulai di 15 kota paling tercemar Prancis pada 2019 dan awal tahun ini diperluas ke seluruh area urban dengan populasi lebih dari 150.000, melarang mobil terdaftar sebelum 1997.
Kendaraan pasca-1997 butuh stiker bundar “Crit’Air” untuk masuk zona ini, dengan enam kategori sesuai jenis kendaraan.
Pembatasan terberat ada di Paris, Lyon, Montpellier, dan Grenoble.
ZFE jadi sasaran kritik para penentang Macron. Marine Le Pen menyebutnya “zona tanpa hak” saat kampanye presiden 2022, sementara rival Komunis-nya memperingatkan “bom sosial”.
Ketua Partai Republikan, Laurent Wauquiez, bicara tentang “membebaskan Prancis dari ekologi yang menindas”, sementara sayap kiri ekstrem Clémence Guetté menyatakan kebijakan hijau tak boleh “dibebankan ke kelas pekerja”.
Pemerintah berusaha mencegah pemberontakan ini dengan melonggarkan aturan tapi mempertahankan ZFE di Paris dan Lyon. Amendemen ini kalah telak.
Menteri Transisi Hijau Agnès Pannier-Runacher menyatakan “polusi udara sebabkan 40.000 kematian dini per tahun… dan ZFE telah membantu menurunkannya.”
Partai Hijau dan Sosialis juga mendukung ZFE. Senator Anne Souyris bilang “menghapus ZFE berarti membunuh ratusan ribu jiwa”, sementara anggota parlemen Sosialis Gérard Leseul menyebut voting ini sinyal buruk karena tak menyentuh target penurunan polusi udara.
Pencabutan ini masih harus melalui Senat, kemudian disetujui dalam RUU lebih luas di Majelis Rendah pada Juni, serta mendapatkan lampu hijau dari Dewan Konstitusi Prancis—tidak ada jaminan ini akan terjadi.