Anggota Parlemen Eropa Rima Hassan Ditahan Kepolisian Prancis

Anggota Partai La France Insoumise Hassan Kecam Penahanan sebagai Bagian dari Upaya ‘Mengintimidasi’ Pendukung Palestina

Diterbitkan Pada 2 Apr 2026

Anggota Parlemen Eropa, Rima Hassan, dilaporkan ditahan di Prancis atas dugaan "pemujaan terorisme", menurut sejumlah media Prancis. Langkah ini dinilai oleh anggota partai kiri La France Insoumise (LFI)-nya sebagai upaya untuk membungkam pendukung Palestina.

Surat kabar Le Parisien melaporkan pada Kamis bahwa penahanan Hassan terkait penyelidikan terhadap sebuah unggahan di media sosial yang menyebut nama Kozo Okamoto, pelaku serangan mematikan di Bandara Internasional Ben Gurion Israel pada 1972. Hassan dikabarkan telah menghapus unggahan tersebut di X.

Pendiri LFI, Jean-Luc Melenchon, dalam unggahan di media sosial menyatakan bahwa penahanan ini berkaitan dengan retweet dari bulan lalu. "Jadi sudah tidak ada lagi kekebalan parlemen di Prancis. Tak tertahankan," tulisnya di X.

Le Parisien dan kantor berita AFP juga melaporkan bahwa sejumlah kecil "narkotika sintetis" ditemukan pada Hassan saat ia ditahan. Hassan dan pengacaranya belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Reuters.

Hassan, seorang pengacara dan aktivis Prancis-Palestina, terpilih menjadi anggota Parlemen Eropa pada 2024. Pada usia 33 tahun, ia telah menjadi kritikus vokal terhadap perang genosida Israel di Gaza. Ia juga pernah ikut serta dalam flotilla menuju Gaza yang dicegat oleh pasukan Israel di perairan internasional pada Oktober 2025.

Advokasinya untuk Palestina telah memicu kemarahan kelompok dan figur pro-Israel di Prancis dan negara lain. Pekan lalu, Hassan menyatakan ditolak masuk ke Kanada, yang ia sebut sebagai tindakan sensor.

Pada akhir Maret, Matthias Renault, politikus dari partai sayap kanan Rassemblement National, mengaku telah melaporkan unggahan X Hassan tentang Okamoto kepada jaksa penuntut umum di Paris. Renault menyambut baik penahanan tersebut, dengan menulis di media sosial: "Akhirnya awal dari berakhirnya impunitas untuk anggota parlemen LFI!".

MEMBACA  Apakah Oracle (ORCL) Saham AI Terbaik untuk Dibeli Saat Turun? Anggota Kongres AS Ini Ramai-ramai Membelinya

Namun, sejumlah anggota parlemen dan pejabat dari partai Hassan mengutuk penahanannya. "Kepolisian dan sistem peradilan Prancis sedang digunakan untuk mengintimidasi mereka yang mendukung rakyat Palestina," ujar Sophia Chikirou, anggota parlemen LFI.

Mathilde Panot, ketua delegasi LFI di Majelis Nasional, menyatakan bahwa di Prancis-nya Presiden Emmanuel Macron, "kriminalisasi terhadap lawan politik telah mencapai tingkat baru". "Serangan tanpa henti yang menginjak-injak hak paling fundamental ini harus segera diakhiri," tulis Panot di X.

Tinggalkan komentar