Alcaraz Bersinar di Laga Grand Slam ke-100, Sementara Sabalenka dan Gauff Terseok-seok

Carlos Alcaraz terus melangkah mantap menuju targetnya sebagai juara termuda dari empat turnamen Grand Slam sembari menunjukkan kekuatannya di Australian Open.

Aryna Sabalenka dan Coco Gauff menempuh jalan berliku menuju babak keempat Australian Open pada Jumat, namun jalan Carlos Alcaraz justru terhampar mulus dalam pertandingan Grand Slamnya yang ke-100.

Sehari setelah Stan Wawrinka yang berusia 40 tahun memimpin parade pahlawan masa lalu ke babak ketiga, generasi TikTok mendapatkan momen mereka di bawah matahari Melbourne Park.

Rekomendasi Cerita

list of 4 items
end of list

Petenis Amerika usia 18 tahun, Iva Jovic, mengalahkan unggulan ketujuh Jasmine Paolini 6-2 7-6(3), sementara petenis Kanada 19 tahun, Victoria Mboko, mengatasi unggulan ke-14 Clara Tauson untuk memperoleh tiket laga besar babak 16 besar melawan Sabalenka, juara dua kali, yang menang 7-6(4) 7-6(7) atas Anastasia Potapova.

Alcaraz menampilkan pertunjukan spektakuler dengan mengandaskan ‘pedagang drop-shot’ Prancis Corentin Moutet 6-2 6-4 6-1, sebelum Gauff yang berusia 21 tahun bangkit dari kehilangan set pertama turnamen untuk mengatasi rekan senegaranya, Hailey Baptiste, 3-6 6-0 6-3.

Mengejar gelar pertamanya di Melbourne Park, Alcaraz yang berusia 22 tahun berupaya menjadi pria termuda yang memenangkan keempat grand slam dan tampak tak terbendung di minggu pertama.

Dalam pertandingan kedua di Rod Laver Arena, ia memenangkan reli yang berpotensi menjadi yang terbaik sepanjang turnamen melawan Moutet yang flamboyan, mengejar lob dengan tweener lalu menancapkan pukulan passing shot menyusur garis.

Moutet, unggulan ke-32, bukanlah petenis sembarangan namun ia terpaksa menjadi korban dalam pertunjukan sulap Alcaraz, menjadi korban ke-14 dalam catatan tak terkalahkan sang petenis Spanyol melawan pemain kidal.

MEMBACA  Tentara Pakistan Tewaskan 23 Militan dalam Serangkaian Serangan di Perbatasan Afghanistan

Meski kemenangannya terlihat mudah, mengejar drop-shot Moutet menjadi pekerjaan yang melelahkan, canda Alcaraz.

“Saya kira kami sedang dalam kompetisi drop-shot – dan jelas dialah pemenangnya,” ujarnya.

Sabalenka merupakan favorit juara kategori putri namun mengalami momen sulit di Rod Laver Arena melawan Potapova, peringkat 55 dunia kelahiran Rusia yang mewakili negara adopsinya, Austria, dengan penampilan terhormat di lapangan utama.

Potapova memiliki empat kesempatan set point di set kedua namun gagal memanfaatkan semuanya, sementara Sabalenka merebut kemenangan pada match point pertamanya.

Ini memperpanjang rekor tak terkalahkannya yang luar biasa di tiebreak menjadi 21, setelah memenangkan 19 beruntun musim lalu.

“Saya tahu setiap bola sangat penting dalam tiebreak. Anda tidak boleh kehilangan fokus sedetik pun karena semuanya bisa berubah dengan sangat cepat,” kata Sabalenka kepada para wartawan.

“Jadi Anda harus hadir 100 persen. Itulah pendekatan saya. Saya hanya fokus pada satu poin demi satu poin.”

Aryna Sabalenka melakukan pukulan forehand melawan Anastasia Potapova dari Austria dalam Babak Ketiga Tunggal Putri selama hari keenam Australian Open 2026 di Melbourne Park [Darrian Traynor/Getty Images]

Finalis putra tiga kali, Daniil Medvedev, adalah salah satu yang kembali mengumpulkan kepercayaan diri setelah kemenangan yang menegangkan.

Ia menjadi pemain pertama yang bangkit dari ketertinggalan dua set di turnamen ini dengan mengalahkan Fabian Marozsan dari Hungaria 6-7(5) 4-6 7-5 6-0 6-3 dalam pertandingan pagi di Margaret Court Arena.

Medvedev akan membawa dendam ketika ia menghadapi Learner Tien untuk memperebutkan tiket perempat final, setelah dikalahkan oleh petenis muda Amerika tersebut di babak kedua tahun lalu.

Mboko, salah satu bakat muda paling cemerlang dalam tenis putri, mencapai babak keempat dalam debutnya di babak utama Australian Open, mengalahkan Tauson 7-5 5-7 6-3.

MEMBACA  Inggris dan Prancis Umumkan Kesepakatan Pertahanan Nuklir Baru

Namun, itu adalah akhir kisah manis Turki di Melbourne Park setelah petenis Kazakhstan yang licik, Yulia Putintseva, menghentikan langkah Zeynep Sonmez dalam pertandingan tiga set yang ketat.

Komunitas Turki yang kuat di Melbourne hadir berbondong-bondong mendukung Sonmez peringkat 112 dunia, menghiasi Kia Arena dengan bendera merah, namun Putintseva dengan riang mengejek mereka setelah meraih kemenangan, melempar ciuman dan menari di dekat kursinya.

“Apa yang bisa saya lakukan? Hanya saja beberapa orang memahami etiket tenis, dan sayangnya, beberapa lainnya tidak,” ujarnya kepada wartawan, menuduh para pendukung Sonmez yang gaduh berusaha mengganggu konsentrasinya saat servis.

Tommy Paul, unggulan ke-19, melaju mulus ke babak keempat setelah petenis Spanyol Alejandro Davidovich Fokina mundur cedera saat tertinggal 6-1 6-1, namun selanjutnya akan berhadapan dengan tembok kokoh Alcaraz.

Unggulan ke-19 asal Ceko, Karolina Muchova, menggebuk petenis Polandia Magda Linette 6-1 6-1 untuk mendapatkan tiket laga babak 16 besar melawan Gauff.

Harapan besar Australia, Alex de Minaur, unggulan keenam, akan berjumpa dengan petenis Amerika Frances Tiafoe di slot prime time malam hari di Rod Laver Arena, sementara unggulan ketiga Alex Zverev menghadapi petenis berbahaya asal Inggris, Cameron Norrie, dalam pertandingan malam di John Cain Arena.

Tinggalkan komentar