Yakin Novo Nordisk Tak Bisa Bertahan di Pasar GLP-1? Persetujuan Obat Terbarunya Bisa Mengubah Segalanya

Saham Novo Nordisk (NYSE: NVO) telah turun 28% tahun ini karena investor takut perusahaan ini tertinggal di pasar GLP-1 yang kompetitif. Perusahaan masih punya obat-obatan hebat dalam portofolionya, seperti Ozempic dan Wegovy. Tapi mereka memperkirakan pendapatannya turun tahun ini karena persaingan yang meningkat.

Namun, perusahaan baru-baru ini dapat kabar bagus dari regulator, dengan persetujuan versi dosis lebih tinggi dari Wegovy, yang akan mereka sebut Wegovy HD. Meski kelihatannya seperti kesuksesan kecil untuk perusahaan healthcare, ini bisa jadi pengubah permainan yang penting dan bawa pertumbuhan lebih baik untuk bisnisnya, baik jangka pendek maupun panjang.

Awal bulan ini, Food and Drug Administration menyetujui Wegovy HD, yaitu versi Wegovy dengan dosis lebih tinggi (7.2 mg). Sebelumnya, dosis tertinggi yang tersedia adalah 2.4 mg.

Yang menjanjikan adalah penurunan berat badan dengan Wegovy HD lebih efektif dan bisa bantu perusahaan bersaing lebih baik melawan saingannya, Eli Lilly. Dalam uji klinis, orang yang pakai Wegovy HD kehilangan rata-rata 20.7% berat badannya. Angka ini masih lebih rendah dibanding 22.5% yang hilang dengan Zepbound milik Eli Lilly, tapi perbedaannya jauh lebih kecil dibanding dosis reguler Wegovy yang rata-rata sekitar 15%.

Dengan menutup celah ini, pilihan untuk pakai satu obat dibanding yang lain mungkin bukan lagi soal potensi penurunan berat badan terbesar, tapi soal obat mana yang lebih bisa ditoleransi tubuh. Ini bisa berbeda tiap orang. Bagi Novo Nordisk, ini menempatkan mereka di posisi lebih kompetitif dan bisa bantu merebut kembali pangsa pasar serta hasilkan angka lebih baik. Awal tahun ini, mereka mengeluarkan perkiraan yang mengkhawatirkan, yaitu pendapatan bisa turun hingga 13% di tahun 2026.

MEMBACA  SFL Amandemen Kontrak Pengeboran Kanada Senilai $170 Juta untuk Rig Hercules

Meski ada kabar baik dengan disetujuinya Wegovy HD, masih banyak pesimisme di sekitar saham Novo Nordisk. Harganya ada di sekitar titik terendah 52-minggu, dan rasio harga terhadap labanya hanya sedikit di atas 10. Ini menunjukkan investor sangat merendahkan nilainya karena ketidakpastian dan risiko ke depan. Tapi dengan Wegovy HD, perusahaan terlihat dalam kondisi jauh lebih baik dibanding sebelum obat ini disetujui.

Bagi investor jangka panjang, sekarang bisa jadi waktu tepat untuk menambah saham ini ke portofolio. Ada nilai yang solid di saham Novo Nordisk. Valuasinya rendah, dan perusahaan juga bagi dividen tinggi dengan hasil sekitar 5% lebih. Ini adalah saham yang cukup underrated dan kurang dihargai saat ini, yang bisa punya potensi kenaikan besar di masa depan.

Sebelum kamu beli saham Novo Nordisk, pertimbangkan ini:

Tim analis The Motley Fool Stock Advisor baru saja mengidentifikasi 10 saham terbaik yang menurut mereka harus dibeli investor sekarang… dan Novo Nordisk tidak termasuk di dalamnya. 10 saham terpilih itu bisa hasilkan keuntungan luar biasa di tahun-tahun mendatang.

Contohnya ketika Netflix masuk daftar ini tanggal 17 Desember 2004… jika kamu invest $1.000 saat rekomendasi kami, kamu akan punya $503,592! Atau ketika Nvidia masuk daftar ini tanggal 15 April 2005… jika kamu invest $1.000 saat rekomendasi kami, kamu akan punya $1,076,767!

Perlu dicatat, total rata-rata return Stock Advisor adalah 913% — mengalahkan kinerja pasar dibanding 185% untuk S&P 500. Jangan lewatkan daftar 10 terbaru ini, tersedia dengan Stock Advisor, dan bergabunglah dengan komunitas investasi yang dibangun oleh investor perorangan untuk investor perorangan.

Lihat 10 sahamnya »

MEMBACA  Cerebras mengajukan IPO

Hasil Stock Advisor per 24 Maret 2026.

David Jagielski, CPA punya posisi di Novo Nordisk. The Motley Fool merekomendasikan Novo Nordisk. The Motley Fool punya kebijakan pengungkapan.

Artikel "Pikir Novo Nordisk Tak Bisa Ikuti Pasar GLP-1? Persetujuan Obat Terbarunya Bisa Jadi Pengubah Permainan" awalnya diterbitkan oleh The Motley Fool.

Tinggalkan komentar