Wawancara CEO AWS Matt Garman: Peluang Bisnis Besar di Perangkat Lunak Berbasis AI

Bos AWS, Matt Garman, tidak khawatir soal isu “SaaSpocalypse.” Dia yakin kalo perusahaan-perusahaan masih bakal terus beli software-as-a-service di era AI ini. Makanya dia dorong Amazon Web Services masuk ke bisnis SaaS dan ngeluarin berbagai produk buat pekerja kantoran serta profesional lainnya.

Hari Selasa lalu AWS ngeluarin Amazon Quick, yaitu aplikasi desktop yang kasih kesempatan pengguna buat ngobrol sama chatbot AI buat ngerjain tugas pribadi kayak bikin presentasi kerja ato atur janjian. Perusahaan ini juga ngumumin tiga aplikasi Connect baru buat bantu pekerja di bidang spesifik kayak rekrutmen, kesehatan, dan manajemen rantai pasok.

Buat penyedia cloud computing terbesar di dunia, yang bisnis intinya bantu perusahaan kayak Netflix, Adidas, dan Pfizer jalanin situs dan operasi mereka secara online, jual software buat pekerja individu itu langkah yang cukup beda banget.

Dalam wawancara sama Fortune hari Selasa, Garman bilang ini “peluang bisnis yang besar” buat AWS dan bilang kalo munculnya AI yang bisa kerja mandiri itu yang bikin perusahaan ini masuk ke sini.

“Kita lihat banyak aplikasi lagi dikerjakain pake AI dan agen. Kita pikir ada perubahan besar di luar sana dimana semuanya bakal dibikin ulang,” kata Garman.

“Menurut saya produktivitas pribadi gak bener-bener dirombak dalam 30 tahun terakhir,” kata Garman soal aplikasi Quick yang baru. Quick bakal tersedia buat pengguna individu walaupun mereka bukan pelanggan AWS, dengan versi gratis dan premium.

“Bakal ada jutaan aplikasi yang sukses dipake orang; buanyak banget dari itu gak bakal dibuat Amazon ato AWS, tapi kami rasa ada beberapa yang bisa kita bikin dan bakal lumayan sukses serta disukai pelanggan,” kata Garman.

MEMBACA  Mantan eksekutif Sony Chris Deering mengatakan kepada pekerja yang di-PHK: 'Pergi ke pantai selama setahun atau mengemudi Uber'

AWS nunjukin produk baru ini di acara di San Francisco hari Selasa dimana perusahaan juga ngumumin detail kemitraan baru sama OpenAI. Untuk pertama kalinya, pelanggan bisnis AWS bisa integrasi langsung model AI OpenAI ke produk dan layanan mereka. Model GPT dari OpenAI selama ini cuma tersedia lewat cloud Microsoft karena kerjasama eksklusif Microsoft dan OpenAI beberapa tahun lalu. Kesepakatan ini direvisi minggu ini, kasih jalan buat AWS nyertakan model GPT terbaru dan alat coding OpenAI na.

Walau Garman gak ngasih detil soal keuangan kemitraan AWS sama OpenAI, dia bilang ada bagi hasil. Awal tahun ini, Amazon investasi USD 50 miliar di OpenAI, dan perusahaan ini udah kerjasma buat latih model dan di bidang lainnya.

Pengumuman produk ini datang sehari sebelum Amazon ngeluarin laporan hasil kuartal pertama, yang bakal diumumin setelah pasar tutup hari Rabu. AWS itu segmen bisnis Amazon yang paling cepet berkembang, dengan pendapatan naik 20% jadi USD 128,7 miliar di tahun 2025, dan paling untuyn berpenghasilan USD 45,6 miliar dari pendapatan operasi tahun lalu.

Garman, yang masuk AWS sebagai intern tahun 2006, diangkat jadi CEO bisnis ini sejak Mei 2024. Kepemimpinan AWS di bawahnya bareng-bareng sama gelombang AI serta persaigan super intens antara penyedia cloud lainnya termasuk Microsoft, Google, dan Oracle buat mencari uang belanjaka data center serta infrastruktur AI paling gila-ap.

Amazon udah ngomong mereka mau nguncur menggel sarampad biaya investasi adalah model model.

Ditanya masalnya cob ig aku kem bal masaaad k

Tinggalkan komentar