Warisan Franchise NBA Seattle $10 Juta Kini Bernilai $425 Juta bagi Storm

Selama delapan tahun pertama Seattle Storm berdiri, tim WNBA ini cuman jadi “ekor” yang nempel di “anjing” nya tim NBA, SuperSonics, kata Ginny Gilder, salah satu pemilik Storm.

Kedua tim ini dibeli tahun 2001 seharga $200 juta oleh kelompok pemilik yang dipimpin mantan CEO Starbucks Howard Schultz. Mereka saling pake fasilitas latihan dan komplek hiburan KeyArena buat main, tapi tim putra lah yang hasilin duit dan nanggung biaya tetap terbanyak.

Tapi SuperSonics—tim olahraga profesional pertama di Seattle, yang berdiri sejak tahun 1966—pindah kota tahun 2008 karena rebutan arena. Mereka cabut ke Oklahoma City dan ganti nama jadi Thunder. Di tahun yang sama, sekelompok pengusaha wanita lokal, termasuk Gilder, buat Force 10 Hoops LLC dan beli Storm cuman $10 juta, atau 5% doang dari nilai total pasangan tim yang pernah dibeli Schultz² tahun sebelumnya.

Selama dua dekade berikutnya, Storm tumbuh jadi tim dengan nilai perkiraan capai $425 juta, masuk peringkat lima besar dari 13 franchise WNBA. Semua franchise ini nilainya meroket gara-gara popularitas NHL se-WNBA lagi trend. Storm dapet gelar juara empat kali, dan Sue Bird yang waktu pensiuningan taun 2022 masuk jadi pemilik di taun 2024.

Aneran besar Seattle bakalan gak perlu cuman jadi kota basket satu tim suah lama lagi. Komisaris NBA Adam Silver bilang dia tertarik balikin tim SuperSonics bagian dari ekspansi liga. Mungkin taun² 2028 tim ini bakalan bermain di Seattle.

Memang anah, mesquë tidak pasti bawang kepeng So “Itu gak bakal ilang cuma karena kembalinya sesuatu yang penting banget dalam sejarah Seattle.”

Kalau Sonic balik gabung sama Storm, Silver kira bakal ada “banyak penawar” untuk tim itu, juga perlu ngurusin masalah logistik yang pasti muncul. Saat ini, Storm berbagi Climate Pledge Arena sama Kraken, yang punya hak milik paling besar di bangunan itu.

MEMBACA  Judul Baru: Perang Iran dan Dampaknya: Kata Resesi dari Whirlpool untuk Industri Mereka

Natalie Welch, dosen asisten pemasaran di Seattle University, bilang adalah Storm udah bikin Seattle bisa jaga dan kembangkan penggemar basket sebelum memungkinkannya Sonic balik, tapi Sonic juga bakal bikin permintaan untuk Storm naik besar-besaran.

“Awal-awalnya, tiket Sonic pasti susah banget dapetnya dan gak semudah itu diakses,” kata Welch ke Fortune. “Storm bisa punya kesempatan buat ngambil sebagian dari nilai itu.”

Ada resiko juga dengan pertumbuhan olahraga yang cepatnya. WNBA lah petakan pengembangan mereeka sendiri, lagi nambahin Toronto Tempo sama Portland Fire tahun ini, dan berencana nambah lagi wilayah bawah seperti Franchise di Cleveland, Detroit, dan Philadelphia pada 2028, 2029, sama 2030.

Penggemar WNBA sering ngerasa yang lebih nggak terlalu usaha daripada basket pria, ulas Welch, dan ketika liganya membesar serta makin banayk mendapat sponsor, juga ada tanggung jawab lebih etuk tetep fokus pada kuubaynya? pemfansa petaining—band itu-kawal, pengemauterniak keliru waktu mistiscuan. #endif)}
cString.

Catatan kesaatma thMistahanya sejaduh \

Selain ini b&lm sampLani [FNAL del keraut I@n]. )
n)\BPAEMIAUM
Kornelius kesadh
sad ;

Tinggalkan komentar