Utang Nasional Senilai $38 Triliun: Satu Hal yang Disepakati 82% Warga Amerika

Amerika Serikat memasuki tahun 2026 dengan perasaan publik yang buruk tentang kondisi keuangan negaranya. Setelah tahun 2025 yang penuh gejolak, ditandai dengan penutupan pemerintahan bersejarah dan pengeluaran rekor, sebuah laporan baru menunjukkan sebagian besar pemilih menuntut perhatian segera dari pemerintah untuk kesehatan keuangan negara—khususnya, utang nasional yang mencapai $38 triliun.

Menurut indeks Januari 2026 dari Yayasan Peter G. Peterson yang non-partisan, dirilis Rabu, 82% pemilih setuju bahwa anggota dewan harus lebih banyak waktu untuk mengatasi utang nasional. Indeksnya adalah 51 (dengan 100 berarti netral), turun enam poin dari Januari 2025 — ini menunjukkan pemilih ingin mengatasi utang dan anggaran yang tidak sehat.

‘Wajar khawatir‘

Michael A. Peterson, CEO Yayasan Peterson, menghubungkan kecemasan publik langsung dengan dampak ekonomi yang dirasakan dompet pemilih.

“Di awal tahun baru, wajar jika pemilih khawatir dengan arah fiskal Amerika,” kata Peterson. “Utang yang naik cepat menambah tekanan pada inflasi dan suku bunga, meningkatkan biaya hidup dan menghambat pertumbuhan ekonomi.”

Peterson menekankan isu ini tak terhindarkan bagi calon pejabat di pemilu mendatang. “Menjelang tahun pemilihan ini, sangat penting bagi kandidat untuk melibatkan pemilih dalam solusi yang akan membantu menstabilkan utang dan membangun masa depan yang lebih kuat dan sejahtera,” ujarnya.

Kesepakatan dua partai tentang prioritas utang

Meski iklim politik terpolarisasi, keinginan untuk penghematan fiskal tampaknya jadi salah satu isu yang menyatukan perbedaan partai. Survei mengungkap 79% pemilih percaya mengurangi utang harus jadi “tiga prioritas utama” untuk Presiden dan Kongres.

Jika dilihat dari afiliasi partai, datanya menunjukkan keselarasan yang luas:

• 89% Republik melihat pengurangan utang sebagai prioritas utama.

MEMBACA  CES 2024: 5 tren mobil yang kami harapkan akan terlihat

• 75% Demokrat memiliki pandangan sama.

• 70% independen setuju.

Indeks Kepercayaan Fiskal

Indeks ini terdiri dari tiga kategori dengan bobot sama: Kekhawatiran, Prioritas, dan Ekspektasi. Rincian Desember 2025 menunjukkan betapa seriusnya sentimen pemilih di semua metrik:

• Kekhawatiran (Skor: 49): Menunjukkan “kekhawatiran mendalam” soal arah utang nasional.

• Prioritas (Skor: 22): Skor sangat rendah ini menunjukkan rakyat Amerika rasa pemimpin terpilih tidak cukup memprioritaskan utang dan ingin mereka menjadikannya “prioritas tinggi”.

• Ekspektasi (Skor: 80): Pemilih masih pesimis apakah situasi utang akan membaik atau memburuk dalam beberapa tahun kedepan.

Survei ini dilakukan untuk Yayasan Peter G. Peterson oleh firma Demokrat Global Strategy Group dan firma Republik North Star Opinion Research. Jajak pendapat ini mensurvei 1.004 pemilih terdaftar di seluruh negara bagian antara 15 dan 17 Desember 2025, dengan margin kesalahan +/- 3.1%.

Untuk artikel ini, wartawan Fortune menggunakan AI generatif sebagai alat riset. Seorang editor memverifikasi keakuratan informasinya sebelum publikasi.