Uber Akan Jalankan Robotaxi Lagi—Kini dengan EV Rivian yang Belum Dibangun

Setelah enam tahun ngak aktif, Uber lagi berusaha keras untuk meluncurkan robotaxi milik mereka lagi. Kali ini, mereka pakai cara yang tampaknya dirancang untuk mengurangi resiko mereka.

Ini perubahan besar dibanding beberapa tahun lalu, waktu Uber jual unit mobil otonomnya (ATG) setelah kecelakaan fatal di tahun 2018 dan rugi banyak. Sejak itu, Uber coba cara lain—bikin kerja sama dengan hampir semua perusahaan robotaxi besar di pasar, dari Waymo sampai WeRide. Hanya Tesla yang gak kerja sama dengan Uber, padahal Uber sudah coba nawarin.

Di semua kerja sama itu, Uber mengintegrasikan armada mobil otonom perusahaan lain ke aplikasinya; perusahaan AV itu yang punya dan operasikan mobilnya. Sekarang, hal itu berubah.

Pertama, ada kerja sama dengan Lucid Motors di tahun 2025 untuk beli dan gunakan sampai 20,000 kendaraan pakai teknologi otonom dari Nuro. Kemudian, di hari Kamis, Uber umumkan kerja sama serupa dengan Rivian untuk platform R2 mereka yang belum jadi. Uber rencananya akan beli 10,000 robotaxi otonom penuh berbasis R2 jika Rivian capai target pengembangannya, dengan opsi untuk naik jadi 50,000 unit. Uber juga investasi $300 juta ke Rivian sebagai bagian dari kesepakatan, dan bisa tambah $950 juta lagi jika Rivian penuhi syarat pengembangan tertentu. Rivian juga setuju untuk gak jual mobil otonom penuh ke pesaing langsung Uber untuk jangka waktu tertentu.

Uber rencananya akan pakai armada baru ini di San Francisco dan Miami di tahun 2028, dan berharap bisa ada di 25 kota pada 2031. Uber bilang di Januari mereka masih rencana gunakan kendaraan Lucid nanti tahun ini.

Tapi, masih banyak yang harus terjadi dulu buat kesepakatan Rivian ini. Rivian baru jelaskan wujud platform otonomi R2 mereka bulan Desember—pakai sensor dari 11 kamera, lima radar, dan satu LiDAR—tapi mereka masih harus selesaikan pengembangannya dan mulai produksi mobil barunya. Bahasa dalam dokumen SEC menunjukkan Rivian masih punya jalan panjang, dengan catatan mereka "bermaksud untuk mengembangkan" sistem menyetir otonom Level 4 dan teknologi agar mobilnya bisa terintegrasi ke jaringan ride-hailing.

MEMBACA  PTUN akan Mengajukan Permohonan PDIP, KPU Diminta untuk Tidak Tergesa-Gesa Menetapkan Hasil Pemilihan Presiden 2024

Semua ini pasti mahal. Rivian bahkan bilang mereka mungkin gak capai target profitabilitas pada 2027 karena biaya penelitian otonomi yang meningkat. Tampaknya Rivian mungkin pakai pesanan dan uang dari Uber untuk biayai proyek otonomi ini.

Uber dan Rivian belum memberikan komentar sampai berita ini ditulis.

Uber Mulai Berubah dari Model ‘Ringan Aset’

Uber sudah lama bertaruh strategis dan mahal pada teknologi otonom, dan jadi pelopor dalam bermitra dengan banyak perusahaan robotaxi.

Mereka kerja sama dengan kendaraan Waymo di Austin, dengan Motional di Las Vegas, dan rencana perluas ke Los Angeles dengan Zoox. Mereka bahkan rencana kerja langsung dengan Nvidia di 2027. Kemitraan ini buat Uber tetap terlibat dalam perlombaan teknologi otonom, tapi tetap bisa hindari sebagian resiko reputasi.

Ada alasan kenapa Uber ingin lakukan ini. Di tahun 2018, salah satu mobil tes Uber tabrak pejalan kaki hingga meninggal. Itu kecelakaan fatal pertama oleh mobil otonom dan bikin heboh. Gubernur Arizona hentikan tes Uber; Uber kemudian tutup program di Arizona dan akhirnya jual unitnya di 2020.

Selama bertahun-tahun, CEO Dara Khosrowshahi selalu bilang kalau Uber adalah pasar ‘ringan aset’ yang gak punya mobil sendiri.

Kesepakatan baru-baru ini menunjukkan perubahan arah.

Uber masih gak bikin mobil atau perangkat lunak otonom inti—itu tugas Rivian dan Lucid—tapi Uber sekarang akan punya ribuan kendaraan khusus di kota-kota tertentu. Artinya, mereka mengambil resiko aset (seperti penyusutan nilai) dan resiko operasional jika sistemnya bermasalah atau sebabkan insiden.

Belum jelas apakah pengaturan baru ini pengaruhi kemitraan Uber yang sudah ada—dan apakah perusahaan seperti Waymo akan mulai lihat Uber sebagai pesaing. Waymo dan WeRide belum beri komentar.

MEMBACA  Analisis Sentimen Wall Street: Optimis atau Pesimis?

Untuk perusahaan yang bertahun-tahun bersikeras bahwa mereka cuma pasar dan bukan pemilik armada, ini lebih dari sekadar perubahan kecil model bisnis. Ini taruhan bahwa kali ini, memiliki robot akan tidak terlalu menyakitkan dibanding dulu.

Tinggalkan komentar