Presiden Donald Trump pada hari Rabu membatalkan tarif yang dia ancamkan ke delapan negara Eropa. Tujuannya untuk menekan agar Amerika dapat mengontrol Greenland. Ini adalah perubahan sikap yang dramatis, tak lama setelah dia bersikeras ingin memiliki pulau itu “termasuk hak, kepemilikan, dan semua yang ada”.
Dalam postingan di media sosialnya, Trump bilang dia sudah setuju dengan pimpinan NATO soal “kerangka kerja untuk kesepakatan masa depan” tentang keamanan di Arktik. Ini mungkin bisa mengurangi ketegangan yang punya dampak geopolitik luas.
Dia bilang “diskusi tambahan” tentang Greenland sedang dilakukan terkait program pertahanan rudal Golden Dome. Program senilai $175 miliar ini untuk pertama kalinya akan menempatkan senjata AS di luar angkasa.
Trump tidak memberi detail banyak, katanya masih dirundingkan. Tapi satu ide yang didiskusikan anggota NATO sebagai kompromi adalah Denmark dan aliansi akan bekerja dengan AS untuk membangun lebih banyak pangkalan militer AS di Greenland.
Itu menurut seorang pejabat Eropa yang tahu masalah ini tapi tidak boleh bicara publik. Pejabat anonim itu bilang belum jelas apakah ide itu masuk dalam kerangka yang diumumkan Trump.
Presiden pernah mundur dari ancaman tarif sebelumnya. Pada April, setelah ancam akan kenakan tarif impor besar ke banyak negara, yang bikin pasar bereaksi negatif, Trump akhirnya mengurungkan niatnya.
Tapi perubahan hatinya kali ini terjadi setelah dia pakai pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di Pegunungan Alpen Swiss untuk fokus ke Greenland dan ancam akan ganggu NATO. NATO adalah aliansi yang paling kuat sejak masa Perang Dingin.
Dalam pidatonya, Trump bilang dia minta wilayah yang “dingin dan lokasinya kurang bagus”. Dia bilang AS sudah menyelamatkan Eropa saat Perang Dunia II. Soal NATO, dia bilang: “Ini permintaan sangat kecil dibanding yang kami berikan ke mereka selama puluhan tahun.”
“Kami mungkin tidak akan dapat apa-apa kecuali saya pakai kekuatan berlebihan, dimana kami sebenarnya tidak bisa dihentikan. Tapi saya tidak akan lakukan itu, oke?” kata Trump.
Tapi Trump juga berkali-kali bilang, walau AS akan bela NATO, dia tidak yakin aliansi itu akan backup Washington jika diperlukan. Itu jadi salah satu alasan sikap agresifnya ke Greenland. Hal ini bikin Sekjen NATO Mark Rutte, dalam acara setelah pidato, bilang bahwa aliansi akan berdiri dengan AS jika diserang.
“Anda bisa yakin, pasti,” kata Rutte. Tak lama kemudian, Trump posting pembatalan tarif.
Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen bilang dia senang Trump urungkan niat ambil “Greenland dengan paksa” dan jeda “perang dagang dengan Eropa”.
“Sekarang, mari kita duduk dan cari tahu cara atasi kekhawatiran keamanan Amerika di Arktik, sambil menghormati batasan Kerajaan Denmark,” katanya dalam pernyataan.
Trump berargumen AS butuh Greenland untuk keamanan nasional dan hadapi ancaman dari Rusia dan Cina di kawasan Arktik, walaupun AS sudah punya pangkalan militer besar disana. Dia ancam akan kenakan tarif impor tinggi pada Denmark dan tujuh sekutu lainnya kecuali mereka negoisasi penyerahan wilayah semi-otonom ini.
Tarif itu rencananya mulai 10% bulan depan dan naik jadi 25% pada Juni.
Trump sering coba tingkatkan tekanan ke pihak lain saat dia percaya itu bisa bawa ke kesepakatan yang menguntungkan. Ancamanannya di Davos hampir pecah-belah NATO, yang didirikan negara Eropa terkemuka, AS, dan Kanada untuk hadapi Uni Soviet.
Anggota aliansi lainnya bersikukuh bilang Greenland tidak dijual dan tidak bisa direbut dari Denmark, sambil menolak ancaman tarif Trump dengan marah.
Pejabat pemerintah Denmark bilang ke AP setelah pidato Trump bahwa Kopenhagen siap diskusikan kekhawatiran keamanan AS. Tapi pejabat anonim itu tekankan posisi pemerintah bahwa “batasan” — yaitu kedaulatan Denmark — harus dihormati.
Belum jelas bagaimana pembatalan tarif Trump mungkin ubah perhitungan seperti itu.
Sementara itu, pemerintah Greenland merespon dengan suruh warganya bersiap. Mereka terbitkan buku panduan dalam bahasa Inggris dan Greenlandia tentang yang harus dilakukan dalam krisis, yang menganjurkan warga pastikan punya cukup makanan, air, bahan bakar, dan persediaan di rumah untuk bertahan lima hari.
“Kami baru saja pergi ke toko dan beli persediaan,” kata Tony Jakobsen di ibu kota Greenland, Nuuk. Dia tunjukkan isi tasnya termasuk lilin, makanan ringan, dan tisu toilet.
Jakobsen bilang dia pikir retorika Trump ke Greenland “cuma ancaman… tapi lebih baik siap daripada tidak siap.”
Sebelum mundur, Trump minta Denmark dan sisa NATO minggir, dan tambahkan peringatan yang menyeramkan.
“Kami mau sepotong es untuk perlindungan dunia, dan mereka tidak mau kasih,” kata Trump. “Kalian bisa bilang iya, dan kami akan sangat hargai. Atau kalian bisa bilang tidak, dan kami akan ingat.”
Dia juga minta dibuka “negosiasi segera” untuk AS dapatkan Greenland. Dalam komentar ke wartawan, dia tidak sebut harga yang mungkin dibayar, hanya bilang, “Ada harga lebih besar, yaitu harga keamanan dan keselamatan, keamanan nasional dan internasional.”
Kedatangannya di Davos tertunda karena masalah listrik kecil di Air Force One yang memaksa kembali ke Washington untuk ganti pesawat. Saat iring-iringan Trump menuju lokasi pidato, penonton — termasuk beberapa pemain ski — berbaris di jalan, beberapa membuat gerakan tidak sopan.
Pasar keuangan yang jatuh tajam karena ancaman tarif Trump, pulih kembali hari Rabu. Pejabat AS juga lega, khawatir sikap keras dan retorika Trump ke Greenland, Denmark, dan sekutu NATO lain bisa merusak tujuan kebijakan luar negeri lainnya.
Pidato Trump di Davos awalnya harusnya fokus cara turunkan harga perumahan AS — bagian dari upaya turunkan biaya hidup. Tapi malah didominasi Greenland, walaupun Trump salah sebut itu Islandia empat kali dalam pidatonya.
“Pulau besar yang tidak terjaga ini sebenarnya bagian Amerika Utara,” kata Trump. “Itu wilayah kami.”
Ketika akhirnya sebut perumahan, Trump tunjukkan dia tidak dukung langkah untuk meningkatkan keterjangkauan. Dia bilang menurunkan harga rumah merugikan nilai properti dan bikin pemilik rumah yang dulu merasa kaya karena nilai rumahnya, jadi merasa lebih miskin.
Sebelum Trump umumkan dia tinggalkan tarif dan mungkin kurangi tekanan internasional, pidatonya bikin orang di Nuuk bersiap untuk yang terburuk.
Warga Johnny Hedemann bilang itu “menghina” bahwa Trump “bicara tentang orang Greenland dan bangsa Greenland hanya seperti es batu.” Dia bicara sambil pergi beli kompor kemah dan kentang tumbuk instan.
“Hidup di alam ini, kamu harus siap untuk hampir apa pun. Dan sekarang ada ancaman lain — yaitu Trump,” kata Hedemann.