Trump Tambahkan Utang Nasional AS $2,25 Triliun di Tahun Pertama Kedua, Menurut Pengawas

Tahun pertama Trump kembali di Gedung Putih berakhir dengan utang nasional AS naik sekitar $2,25 triliun dibanding saat dia mulai menjabat lagi. Ini menunjukkan betapa cepatnya defisit anggaran AS menumpuk, meski ada ramai soal DOGE dan janji untuk melunasinya. Sepanjang tahun kalender 2025, pertumbuhan utang nasional bahkan lebih tinggi, sekitar $2,29 triliun.

Percepatan pinjaman ini, dengan utang nasional sekarang $38,4 triliun dan terus bertambah per 9 Januari 2026, membuat peringatan dari pengawas anggaran dan Wall Street makin keras. Mereka bilang jalan fiskal negara ini jadi kerentanan yang makin besar untuk ekonomi. Utang nasional total tumbuh sekitar $71.884,09 per detik dalam setahun terurut, menurut Daily Debt Monitor Kongresman David Schweikert.

Dalam 12 bulan dari 17 Januari 2025 hingga 15 Januari 2026, pemerintah federal menambahkan sekitar $2,25 triliun ke utang nasional, menurut hitungan dari Peter G. Peterson Foundation yang dibagikan khusus ke Fortune. Lonjakan dari $37 triliun ke $38 triliun hanya dalam dua bulan antara Agustus dan Oktober sangat mencolok. Peterson Foundation menghitung itu sebagai pertumbuhan tercepat di luar masa pandemi. CEO lembaga nonpartisan itu, Michael A. Peterson, bilang ke Fortune, "Jika terlihat kita menambah utang lebih cepat dari sebelumnya, itu karena memang begitu."

Dibandingkan dengan presiden sebelumnya, data menunjukkan Presiden Joe Biden punya tahun pertumbuhan utang tertinggi di luar pandemi, hampir $2,6 triliun pada 2023. Presiden Trump memegang rekor tertinggi secara keseluruhan, dengan pertumbuhan utang hampir $4,6 triliun selama tahun pandemi 2020. Trump dan Biden bersama-sama memegang lima tahun penambahan utang tertinggi dalam enam tahun terakhir.

Biaya bunga meledak

Lonjakan utang ini terjadi pas saat biaya bunga atas utang menjadi salah satu pengeluaran yang tumbuh paling cepat di Washington. Biaya bunga bersih dalam anggaran federal mencapai $970 miliar untuk tahun fiskal 2025, tetapi Congressional Budget Office (CBO) menghitung, termasuk pembayaran bunga, angka ini untuk pertama kalinya tembus $1 triliun. Committee for a Responsible Federal Budget memproyeksikan pembayaran bunga $1 triliun per tahun ke depannya.

MEMBACA  Pembuat kebijakan tidak ingin merusak pasar saham

Trump berulang kali berargumen bahwa program tarif ambisiusnya akan cukup untuk mengendalikan beban utang. Data menunjukkan tarif memang menghasilkan uang lebih banyak dari sebelumnya, mungkin sekitar $300-400 miliar per tahun. Tapi bahkan proyeksi optimis sekalipun menunjukkan jumlah itu hanya menutup sebagian kecil dari biaya bunga tahunan dan lebih kecil lagi dari total pengeluaran federal. Saat Trump mundur dari banyak ancaman tarifnya, CBO menghitung sekitar $800 miliar dari proyeksi pengurangan defisit juga ikut hilang.

Di waktu yang sama, pemerintahan berjanji membagikan sebagian pendapatan tarif langsung ke rumah tangga lewat "dividen" $2.000 untuk setiap warga Amerika. Analis independen memperkirakan ini bisa menelan biaya sekitar $600 miliar per tahun dan memperlebar defisit. Ekonom mengatakan kombinasi lebih banyak pinjaman, suku bunga tinggi, dan komitmen baru ini berisiko mempertahankan defisit struktural yang membuat utang tumbuh lebih cepat dari perekonomian.

Pasar dan ‘tumit Achilles’ Amerika

Pasar finansial mulai memperhatikan. Saat Washington melelang ratusan miliar dolar sekuritas Treasury baru setiap minggu, imbal hasil surat utang jangka panjang bergerak lebih tinggi. Analisis terbaru dari Deutsche Bank dan lainnya menggambarkan utang Amerika yang membengkak sebagai "tumit Achilles" yang bisa membuat dolar dan ekonomi lebih rentan guncangan.

Kekhawatiran ini makin besar dengan prospek resesi atau keadaan darurat di masa depan yang bisa memaksa pemerintah meminjam lebih banyak lagi. Lembaga pemeringkat dan pemberi pinjaman internasional belum membunyikan alarm tentang kemampuan bayar AS, tapi mereka makin menyoroti risiko fiskal dalam pandangan mereka.

Pemilih mulai memperhatikan

Jika ada satu hal yang masih disetujui banyak orang Amerika, itu adalah masalah utang ini penting. Jajak pendapat terbaru yang didanai Peterson Foundation menemukan sekitar 82% pemilih mengatakan utang nasional adalah isu penting untuk negara, meski mereka masih terbelah tentang program mana yang harus dipotong atau pajak yang harus dinaikkan.

MEMBACA  Jeff Bezos Sarankan Pengusaha Gen Z Kumpulkan Pengalaman Kerja Sebelum Membangun Perusahaan

Trump pertama kali menang jabatan dengan janji menghapus utang nasional secara bertahap. Satu dekade kemudian, setelah kembali berkuasa, angkanya malah mencapai rekor tertinggi. Pertanyaannya sekarang bergeser dari apakah utang tumbuh terlalu cepat, menjadi berapa lama ekonomi terbesar dunia ini bisa terus mengimbangi neracanya sendiri.

Tinggalkan komentar