Toko Permen Ratusan Tahun Berusia 141 Tahun Tutup Semua Gerai

Industri permen lagi mengalami masalah ekonomi tahun ini akibat harga kakao naik, biaya tenaga kerja meningkat, dan pembeli pkurangi belanja barang yang gak penting. Inflasi sama bunga naik bikin ongkos bisnis makin mahal dan orang-orang jadi lbih hemat.

Harga kakao sempet tinggi di akhir 2025 dan masih bertahan, menurut Tracey Allen dari J.P. Morgan. Dia bilang efek dari harga kakao tinggi tahun lalu makin kerasa, termasuk naiknya biaya produksi dan berkurangnya ketersediaan biji kakao, yang buat permintaan pabrik lmeah karena toko susah naikin harga.

Akibat krisis duit, banyak usaha permen mulai mikir-mikir buat tutup. Bahkan Lammes Candies, toko permen legendaris yang udah 141 taun, akan tutup semua gerai.

Lammes Candies nutup semua lokasi karena pasar berubah daan bisnis gak bisa bertahan lama. Toko di Round Rock, Texas dulu jual eskrim dan gem—makanan buah susu beku—sampai perang dunia bikin gula terbatas. Setelah perang sempet jual lagi, tapi makin sepi akhirnya 1965 mereka fokus bikin permen jaadi.

Permen termahsyur mereka adalah Texas Chewy Pecan Pralines (sejak 1892) dan tiap hari produksi 900 kg permen. Juga ada Longhorns yang isi gila, rawon, juga coko.

“Keputusn ini susah beanget,” kata pihak Lammes, padahal tanpa toko offline juual masih bisa bayak online.

Efek seremananya ada ke Kate Weiser Chocolate di Dallas yang juga tutup tanggal 15 April kemarih dan gak bisa pay menjauga-du.‍erly

MEMBACA  Gugatan California untuk Dana Kereta Cepat Federal Dicabut Menyusul Upaya Pencarian Investor Swasta

Tinggalkan komentar