Tiket pesawat naik 15%, harga bensin tembus $4, dan data SAP Concur tunjukkan perjalanan bisnis diam-diam

Masalah krisis bensin yang gak ada yang bahas: ini bikin perushaan gak kurangi perjalanan, tapi bayar lebih banyak untuk perjalanan yang lebih sedikit.

Menurut data Q1 2026 dari SAP Concur, platform yang ngurus data travel dan expense jutaan pebisnis global, biaya transaksi bensin naik 14% dalam satu bulan, dari $50 di Februari jadi $57 di Maret. Tiket pesawat naik 4%, hotel naik 5%, sewa mobil naik 3%. Semua yang lain juga naik pelan-pelan.

Tapi pas April, dengan Selat Hormuz macet dan harga bensin tembus $4 per galon, tekanan makin kerasa. Perusahaan mulai cari cara buat tutup biaya yang naik. Charlie Sultan, presiden SAP Concur Travel, bilang ke Fortune: “Kalau tiket pesawat naik 15 atau 20%, artinya biar anggaran gak jebol, saya harus potong perjalanan 15 atau 20%.”

Harga tiket domestik rata-rata naik 15% di April, sementara tiket Inggris naik 17–18%. Pas bersamaan, perjalanan keluar-masuk Timur Tengah turun 30–40%.

“Bukan berarti orang belanja lebih sedikit buat travel,” kata Sultan. “Makanya mereka belanja dengan jumlah yang sama cuma gak bisa dapat perjalanan sebanyak dulu.”

Alternatif naik kereta
Data Concur udah kasih tanda peringatan berminggu-minggu sebelum rata-rata harga bensin nasional tembus $4. Lonjakan biaya bensin 14% dari Februari ke Maret itu sinyal awal yang bersembunyi di laporan expense perusahaan, bukti nyata pasar energi makin ketat sebelum perang bikin semuanya jelas.

Inp juga kelihatan dari perubahan kebiasaan. Sewa motor? Maksudnya sewa mobil turun 4% di Q1, tapi booking kereta naik 6%. Pebisnis, terutama di Eropa, diam-diam ninggalin mobil demi kereta karna ekonomi bensin makin berat. Sultan bilang tren ramah lingkungan ini paling kelihatan di klien Eropanya, tapi dia ingetin bahwa kenaikan harga bensin cuma percepat tren yang udah ada, bukan bikin tren baru.

MEMBACA  Diamondback Energy dan Endeavor Energy mengakhiri penggabungan untuk menciptakan perusahaan senilai $50 miliar.

Gini, pilih kereta itu makin penting perhitunganya,” kata dia.

Sekarang, dengan harga bensin rata-rata $4.52 secara nasional dan di enam negara bagian bisa tembus $5, matematika ganti alat tranportasi makin agresif.

Bisnis travel itu industrí global senilai $1.5 triliun. Saat biaya perjalanan naik 15% dalam semalam, tapi anggaran tetap, dampaknya bakal kerasa ke ekonomi lokal karna perjalanan turun 15%.

Sultan bilang era COVID udah ngajarin perusahaan Amerika pelajaran pahit soal apa yang terjadi kalo gak hadir.

“Kompetitor saya yang ajak klien saya makan malam, sementara saya udah lama gak nemuin klien ini,” kata dia. “Kayanya mayoritas perusahaan sadar, setelah masa COVID, mereka rugiin diri sendiri dengan berhenti traveling.”

Sultan bilang gambaran lengkap baru ketahuan September nanti, saat musim panas reda dan tren perjalanan bisnis jadi lebih kelihatan. Sebelum itu, perusahaan tetap buta di musim trafel paling mahal dalam beberapa taun.

“Sulit nebak apa ini jadi tren jangka panjang atau cuma abnormalitas satu bulan aja,” kata Sultan.

Tinggalkan komentar