Konflik geopolitik di Timur Tengah telah mengacaukan sektor energi. Berita dari wilayah itu menyebabkan harga minyak dan gas alam bergerak sangat tajam. Kalau kamu melihat sektor ini sekarang, ada tiga skenario harga minyak yg mungkin terjadi di tahun 2026: harga tetap sama, harga naik, atau harga mulai turun.
Harga minyak sekarang berkisar di sekitar $100 per barel, atau sedikit lebih tinggi. Harga energi yang tinggi akan menghasilkan kinerja keuangan yang kuat bagi produsen energi (perusahaan *upstream*). Semakin lama minyak bertahan di level saat ini, semakin lama produsen mendapat untung. Dampak paling langsung akan dirasakan oleh produsen murni seperti Devon Energy (NYSE: DVN). Mereka juga diuntungkan karena beroperasi di Amerika Serikat, jauh dari konflik Timur Tengah.
Tapi, perusahaan energi terintegrasi seperti Chevron (NYSE: CVX) juga akan untung, meski tidak sebanyak itu. Aset *midstream* (pipelines) dan *downstream* (kimia dan penyulingan) Chevron, ditambah portofolio globalnya, mungkin akan mengurangi efek positif dari harga minyak tinggi yang berkepanjangan.
Kalau konflik di Timur Tengah memburuk, harga minyak mungkin naik lebih jauh. Bahkan ada yang sebutkan harga bisa mencapai $200 per barel. Produsen seperti Devon Energy dan Chevron akan untung lebih besar jika harga naik. Tapi, eksposur Chevron di bisnis *downstream*, di mana minyak dan gas alam adalah bahan baku utama, mungkin akan membatasi keuntungan yang bisa mereka dapat. Dampak terburuk dari kenaikan harga ini kemungkinan akan dirasakan oleh bisnis penyulingan murni, seperti Valero (NYSE: VLO), dan perusahaan kimia, seperti Dow (NYSE: DOW). Meski begitu, kenaikan biaya ini bisa ditutup sebagian oleh kenaikan harga produk yang dihasilkan bisnis *downstream*, yang sering juga adalah komoditas.
Kalau ketegangan di Timur Tengah mereda, harga minyak bisa mulai turun. Pasar energi mungkin butuh waktu untuk menyesuaikan. Pihak yang paling diuntungkan dari harga turun adalah perusahaan penyulingan dan kimia, karena Valero dan Dow akan punya biaya bahan baku lebih rendah. Produsen seperti Devon Energy akan terdampak negatif, walaupun biasanya perusahaan *upstream* lindung nilai (*hedge*) eksposur energinya. Itu bisa menunda dampak pada pendapatan mereka. Diversifikasi Chevron di seluruh rantai nilai energi akan menjadi keuntungan bersih, karena bisnis *downstream*-nya akan punya biaya lebih rendah. Ini bisa mengurangi dampak buruk pada bisnis *upstream*-nya, walaupun mungkin tidak cukup untuk menutupi sepenuhnya efek dari turunnya harga minyak.
Bisnis *midstream* seperti Enterprise Products Partners (NYSE: EPD) akan terhindar dari banyak dampak gejolak harga minyak. Operator pipa menarik biaya untuk mengangkut minyak lewat aset infrastruktur mereka, jadi yang penting adalah permintaan energi, bukan harga komoditasnya.
Kalau kamu khawatir dengan arah harga minyak berikutnya, saham *midstream* bisa jadi pilihan terbaik. Tapi, *yield* distribusi Enterprise yang tinggi, 5.8%, kemungkinan akan jadi bagian terbesar dari return kamu seiring waktu, karena bisnis model ‘pemungut tol’ ini cenderung tumbuh sangat lambat.
Sebelum beli saham Devon Energy, pertimbangkan ini:
Tim analis Motley Fool Stock Advisor baru saja mengidentifikasi 10 saham terbaik untuk dibeli investor sekarang… dan Devon Energy tidak termasuk di dalamnya. 10 saham yang terpilih itu bisa menghasilkan keuntungan besar di tahun-tahun mendatang.
Coba lihat saat Netflix masuk daftar ini tanggal 17 Desember 2004… kalau kamu investasi $1,000 saat rekomendasi kami, **hasilnya jadi $495,179!** * Atau saat Nvidia masuk daftar ini tanggal 15 April 2005… kalau kamu investasi $1,000 saat rekomendasi kami, **hasilnya jadi $1,058,743!** *
Perlu dicatat, total return rata-rata Stock Advisor adalah 898% — mengalahkan kinerja pasar yang cuma 183% untuk S&P 500. Jangan lewatkan daftar 10 terbaru yang tersedia dengan Stock Advisor, dan bergabunglah dengan komunitas investasi yang dibangun oleh investor perorangan untuk investor perorangan.
*Return Stock Advisor per 21 Maret 2026.
Reuben Gregg Brewer tidak memegang posisi di saham mana pun yang disebutkan. The Motley Fool memegang posisi dan merekomendasikan Chevron. The Motley Fool merekomendasikan Enterprise Products Partners. The Motley Fool punya kebijakan pengungkapan.
3 Skenario Harga Minyak yang Mungkin Terjadi di 2026 awalnya diterbitkan oleh The Motley Fool