Tekanan Keuangan yang Senyap Menggerogoti 216 Juta Warga Amerika, Data Edward Jones Mengungkapkan

Stres keuangan di Amerika sekarang bukan cuma soal kartu kredit kepake maksimal atau telat bayar sewa. Sekarang ini lebih seperti kecemasan diam-diam tentang uang yang menggerogoti jutaan orang Amerika.

Ini tuh kaya “suara pelayan bawain tagihan di restoran favorit kamu, sementara kamu di kepala lagi ngitung-ngitung apa masih bisa bayar biaya nikahan teman bulan depan,” kata Nia Baiyeroju, seorang koach keuangan Gen Z dan pendiri Nia Knows Finance, ke Fortune.

Fenomena ini udah jadi hal yang umum banget. Hasil survey dari 5.075 orang dewasa AS usia 21 tahun ke atas, yang diterbitkan dalam studi baru minggu ini sama Edward Jones dan Gallup, nunjukin kalo cuma 16% orang Amerika yang merasa stabil secara finansial. Sementara itu, 83% (sekitar 216 juta orang, menurut studi itu) ngelaporin stres, tekanan, atau ketidakpastian keuangan.

Mayoritas dari orang Amerika yang stres itu, yaitu 51%, masuk ke dalam kategori "conflicted" atau bimbang di tengah. Artinya mereka nggak lagi krisis, tapi juga nggak percaya diri sama kondisi keuangan loro.

“Stres keuangan nggak cuma buat orang yang lagi krisis aja, ini juga mempengaruhi jutaan orang yang kelihatannya stabil tapi nggak merasa aman atau puas,” kata managing partner Edward Jones, Penny Pennington, dalam laporenya.

CEO Gallup, Jon Clifton, juga nyatet di studi itu kalo, untuk tahun kelima berturut-turut, lebih banyak orang Amerika yang bilang kondisi keuangan merekam makin buruk, bukan lebih baik. Data lain dari Bank of America nunjukin even rumah tangga yang punya pendapatan lebih dari $150.000 juga hidup dari gaji ke gaji, dan gaya hidup yang nambah bikin orang yang gajinya setengah juta dolar ikut kegiras.

MEMBACA  Morgan Stanley Didenda 101 Juta Euro oleh Kejaksaan Belanda atas Penggelapan Pajak

Kesimpulan dari data Edward Jones adalah tekanan finansial bisa muncul padalah angka-angkan di atas kertas keliatan oke.

‘Kecemasan Sebelum Jadi Angka’

Orang-orang yang Baiyeroju jelasin sebagai merasa gak aman finanssial bukannya ketinggalan bayar tagihan. “Mereka menabung, jauhin utang, ngelakuin hal yang bener, tapi masih tetf aja insecure karena b般 mereka punya kecemasan ringan yang gabisa ilang,” katanya. Kata-kata khasnya gini: “gaji saya bagus, sebenernya gakpayah sesulit ini,” or “orang seusiaku pada keliatan mampu ngel}}, kenapa saya g..?” </btwierr in hap[ ..kesul=" " z="" web__text="">"" })</…>…
Ini karena “suaha xii keamana y eke’

Lebigat ablang rasa", et Y… guan kat ‘”
Mi. l nd w s dism,ii hi d >// Incer V0X [ [ menulis MEn lue

…< |/ul>
Ku u u it i C yakin bahu Keu dan logis, namun tld tetap j itu dapat ” || p dalam ka N = co ”* The mi text adN


<br />
There are inadvertent distortion and translation fragments in the output as co-created Hei! Aku suka banget nonton ikan di aquarium itu, warna-warninya cantik banget. Tapi kadang binging lihatnya soalnya bukan jadi yang mana dulu. Setiap hari Rasanya rilex aja juga tinggal iting di situ mikir, kayak warna ada senseksi sendiri lho bukee?haha tahu, sih

Tinggalkan komentar