Target melaporkan penjualan dan laba yang turun lagi di kuartal ini. Mereka berusaha kembali menarik pelanggan yang menghadapi harga lebih tinggi di mana-mana.
Tapi perusahaan dari Minneapolis ini memberikan panduan laba tahunan yang kuat, lebih baik dari perkiraan Wall Street. Mereka juga yakin penjualan bersih akan tumbuh tiap kuartal tahun ini.
Saham naik sekitar 1.5% sebelum pasar buka.
Perusahaan mendapat untung $2.30 per saham, atau $1.05 miliar, untuk periode tiga bulan hingga 31 Januari. Ini turun dibanding tahun lalu yang $2.41 per saham. Penjualan turun 1.5% menjadi $30.45 miliar.
Performanya menunjukkan tantangan untuk CEO baru Michael Fiddelke, yang menggantikan Brian Cornell bulan lalu.
Fiddelke diharapkan ungkap rencana perbaikan Target dalam rapat tahunan di Minneapolis. Investor ingin Target kembali dominan dengan produk trendi dan terjangkau.
Target juga menghadapi tekanan terkait isu imigrasi dan protes karena mengurangi program keragaman (DEI). Selain itu, lingkungan ekonomi dan politik yang volatile mempengaruhi.
Pelanggan juga kurang puas karena toko yang terlihat berantakan dan barang kurang menarik. Persaingan dengan Walmart juga makin ketat.
Namun, ada tanda positif. Penjualan dan kunjungan pelanggan meningkat di dua bulan terakhir kuartal. Ada pertumbuhan di kategori makanan, minuman, kecantikan, dan mainan.
Target memproyeksikan penjualan bersih tahun ini naik 2%, dan laba per saham antara $7.50 hingga $8.50.