Kalau baca media sekarang, kamu mungkin pikir komunitas teknologi, jurnalistik, dan investasi lagi mengharapkan ‘gelembung’ AI tanpa sadar. Apakah gelembungnya beneran ada masih bisa debat, tapi obrolannya udah hidup sendiri. Setiap artikel yang meramalkan jatuhnya NASDAQ bikin investor tambah gugup, yang lalu bikin artikel lain soal jatuhnya NASDAQ, dan dunia terus berputar begitu aja.
Biasanya, cara paling efektif untuk melindungi diri dari perubahan pasar adalah saat teknologi masa kini dipakai luas di masyarakat, sehingga nilainya tidak mudah jatuh cepat. Kalau ada jarak antara pengalaman orang di dunia nyata dengan kegembiraan di lantai bursa atau ruang rapat, masalah bisa datang.
Kita bisa belajar dari negara berpenduduk ke-89 terbanyak di dunia: Swedia, negara asalku. Di tahun 1990-an, pemerintah Swedia bikin aturan namanya Hem‑PC‑reformen (reformasi PC Rumah), yang tujuannya kasih komputer ke setiap rumah. Langkah ini sering disebut sebagai awal dari kemajuan teknologi puluhan tahun setelahnya dan “prestasi lebih dari yang diduga.” Ini bukan manifesto strategis perusahaan atau alat teknologi baru dari CEO; ini kebijakan nasional untuk semua orang, dirancang untuk menancapkan teknologi baru dalam hidup kita.
Lompat ke sekarang, Stockholm punya jumlah unicorn per kapita tertinggi di dunia di luar Silicon Valley. Startup AI Swedia sedang naik daun. Legora, yang mengotomatisasi tugas pengacara, mengumpulkan modal dengan valuasi $1,8 miliar. Einride, unicorn kendaraan listrik, baru aja umumkan $100 juta untuk mengembangkan angkutan otonom. Platform ‘vibe-coding’ Lovable, yang bantu orang bikin aplikasi pake AI, adalah salah satu bisnis dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Dan bulan lalu, perusahaan teknologi enterprise Workday mengakuisisi bisnis kami, Sana, seharga $1,1 miliar.
Lumayan untuk negara dengan penduduk setengah dari negara bagian New York, yang terletak dekat Lingkar Arktik. Banyak yang nanya gimana negara kayak kami bisa capai banyak hal. Meski tidak ada rahasia khusus, ada beberapa bahan penting.
Reformasi PC Rumah tadi didorong sama gelapnya musim dingin yang bisa sampai 18 jam, artinya kami orang Swedia menghabiskan banyak waktu di komputer untuk eksperimen di internet jaman dulu.
Generasi yang melek digital itu lalu membangun perusahaan teknologi yang hebat. Skype didirikan tahun 2003 untuk mempopulerkan teknologi panggilan video. King, pembuat Candy Crush, juga. Tahun 2005, Klarna lahir. 2006, Spotify. Tahun 2009, Mojang mulai bikin Minecraft.
Kami orang Swedia sangat bangga dengan kisah sukses ini. Mereka tunjukkan apa yang mungkin dicapai di panggung global. Mereka juga kasih momen likuiditas besar untuk ekosistem kami. Skype dan Mojang dibeli Microsoft, Activision beli King, semuanya dengan harga miliaran dolar. Spotify go public tahun 2018, dan Klarna awal tahun ini. Setiap kisah sukses ini menciptakan sekelompok jutawan baru, yang banyak dari mereka merasa wajib reinvestasi kembali ke sektor teknologi dan startup Swedia.
Efek roda penerbangan ini yang bikin sektor AI kami seperti sekarang. Perusahaan scale-up kami berdiri di pundak raksasa, di lingkungan yang mendukung pembangunan bisnis. Ada modal tersedia untuk pengusaha yang layak, sering dikelola oleh firma investasi berkualitas kayak EQT, Northzone, dan Creandum. Relatif mudah untuk mulai perusahaan disini, dan sistem opsi saham kami memberi insentif untuk membangun bisnis. Stockholm punya universitas teknik KTH dan sekolah bisnis Handelshögskolan, dengan banyak pendiri yang ambil gelar dari keduanya (dan juga banyak pengusaha sukses yang abaikan kuliah sama sekali). Kami juga punya tingkat kemahiran bahasa Inggris yang sangat tinggi.
Pemerintah juga terus main peran penting. Swedia menghabiskan proporsi PDB lebih besar untuk Penelitian & Pengembangan (3,57%) daripada negara Eropa lain. Setiap karyawan di Swedia bisa ambil cuti enam bulan untuk mulai bisnis, skema yang dikenal sebagai tjänstledighet. Dan untuk meniru kebijakan Reformasi PC Rumah yang sukses dari tahun 90-an itu, Perdana Menteri tahun ini dukung skema Reformasi AI Swedia yang bikin AI agenik gratis untuk semua PNS, murid, guru, lembaga penelitian, dan nirlaba.
Ada juga aspek budaya kami yang bantu bangun perusahaan hebat. Kami adalah negara Volvo dan IKEA, dari etos desain Swedia yang terkenal gabung fungsi dan bentuk. Banyak insinyur perangkat lunak yang aku kenal disini suka dengan estetika, artinya halaman depan aplikasi sering diperlakukan dengan perhatian detail yang sama seperti kursi Bruno Mathsson.
Terakhir, kami juga bangsa yang rendah hati (dia bilang sambil nulis artikel tentang betapa hebatnya bangsa kami!). Menonjolkan diri biasanya tidak disukai. Meski ini bisa ada kekurangan di masyarakat, ini bantu ciptakan lingkungan teknologi dengan kepercayaan tinggi dan ego rendah. Informasi dibagikan dengan bebas antara organisasi dan pengusaha berbeda, dengan kesadaran bahwa setiap kesuksesan AI Swedia menguntungkan semua.
Tentu kami masih punya tantangan, dari yang kelihatan sepele (Scandinavian Airlines, tolong buka penerbangan langsung ke San Francisco) sampai yang mendasar (kami masih bergantung pada investor Amerika untuk modal tahap lanjut).
Tapi tidak bisa disangkal bahwa pendekatan Swedia terhadap teknologi – penerimaan yang luas dan mendalam – adalah cerita yang berguna untuk dunia lain. Jika kita khawatir dengan kecepatan kenaikan nilai perusahaan AI, dan kapan metrik ekonomi lain akan menyusul untuk cegah gelembung, kita perlu tenun teknologi itu ke dalam kehidupan sehari-hari kita.
Pendapat yang diungkapkan dalam tulisan opini Fortune.com adalah pandangan penulisnya saja dan tidak selalu mencerminkan pendapat dan keyakinan Fortune.
Cerita ini awalnya ditampilkan di Fortune.com