Sunway Healthcare Melonjak Pasca-IPO, Didorong Permintaan Kesehatan di Malaysia yang Makin Sejahtera dan Tua

Saham Sunway Healthcare naik 28% pada hari pertama perdagangan, setelah perusahaan itu meluncurkan IPO senilai 2.9 miliar ringgit ($732 juta). Itu adalah IPO terbesar di negara itu dalam hampir satu dekade. Saham perusahaan operator rumah sakit yang berbasis di Kuala Lumpur ini ditutup pada harga 1.85 ringgit pada hari Rabu, naik dari harga penawaran 1.45 ringgit. Pencatatan saham ini merupakan yang terbesar di Malaysia sejak IPO Lotte Chemical Titan Holdings pada tahun 2017.

Sunway Group sebelumnya mengatakan pemisahan ini akan membantu membuka nilai bagi pemegang saham dan meningkatkan akses bisnis ke pasar modal. Dalam prospektus IPO-nya, Sunway menggambarkan bisnis kesehatannya sebagai “bisnis yang berdiri sendiri dan viable.”

Sunway Healthcare menghasilkan pendapatan 1.6 miliar ringgit ($403 juta) selama sembilan bulan pertama tahun 2025, melonjak 17.8% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, keuntungan perusahaan pada periode yang sama menurun 22% menjadi 140 juta ringgit ($35.4 juta).

Setelah IPO, Sunway Healthcare akan terus mengoperasikan jaringan rumah sakit swasta, layanan perawatan rawat jalan, dan layanan penunjang. Mereka berencana memperluas menjadi delapan rumah sakit dengan total lebih dari 3.400 tempat tidur pada tahun 2032. Sunway Group juga akan mempertahankan kontrol mayoritas atas perusahaan kesehatan ini, dengan memiliki 69.4% saham.

Sunway Group, yang berada di peringkat 190 dalam daftar Fortune Southeast Asia 500, mencatatkan pendapatan rekor 9.8 miliar ringgit ($2.5 miliar) pada tahun 2025, naik 24.5% dari tahun sebelumnya. Lonjakan pendapatan ini didorong oleh kinerja kuat di hampir semua segmen bisnisnya, termasuk investasi properti dan konstruksi.

### Populasi Malaysia yang Semakin Menua

Sunway berharap dapat memanfaatkan permintaan layanan kesehatan yang tumbuh di Malaysia yang semakin menua dan sejahtera. “Prospek industri layanan kesehatan swasta Malaysia tetap positif,” tulis Sunway Group dalam laporan laba kuartal IV 2025. “Malaysia memiliki salah satu populasi berpendapatan menengah terbesar di ASEAN, ditambah dengan harapan hidup yang meningkat dan penyakit tidak menular yang semakin banyak.”

MEMBACA  Apakah Jim Cramer Benar Tentang Saham Hertz Global (HTZ)?

Malaysia memiliki populasi yang menua dengan cepat, dengan 14.5% populasinya akan berusia 65 tahun ke atas pada tahun 2040, menurut Departemen Statistik Malaysia. Lebih dari 2 juta orang Malaysia hidup dengan penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, dan obesitas.

Para investor sangat ingin menanamkan modal dalam ledakan sektor kesehatan Malaysia. Saham KPJ Healthcare, peringkat 303 di Fortune Southeast Asia 500, mencapai harga rekor 3.53 ringgit selama perdagangan intraday pada 18 Maret.

Bursa saham Malaysia, Bursa Malaysia, juga mengalami tahun yang luar biasa. Indeks Komposit KLCI naik 14.1% dalam 12 bulan terakhir, dan menembus level tertinggi dalam enam tahun pada pertengahan Januari. Menurut Deloitte, Malaysia memiliki lebih banyak IPO daripada pasar Asia Tenggara lainnya, dengan 59 IPO yang mengumpulkan 5.5 miliar ringgit ($1.4 miliar) pada tahun 2025.

Mata uang Ringgit Malaysia juga telah naik ke level terkuatnya dalam lima tahun, didorong oleh optimisme AI dan kenaikan harga energi. “Ringgit seharusnya menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terbaik di Asia tahun ini,” tulis para strategis Goldman Sachs dalam catatan riset 14 Maret.

Tinggalkan komentar