Sebuah penelitian terbesar tentang algoritma rekrutmen AI menemukan perbedaan rasial yang jelas. Lebih dari satu dari empat lamaran dari kandidat kulit hitam diarahkan ke posisi yang algoritmanya menghasilkan hasil yang memicu p[er]meriksaan hukum federal.
Peneliti dari Stanford, Chapman, dan Northeastern University akan menyajikan temuan ini di Montreal bulan depan. Studi in[ni]enganalisa aplikasi lebih dari 4 juta pekerja yang dikirim 3 juta pelamar di lebih dari 156 p[erusaha]an , melakukan filter melalui vendor sama oleh platform rekshun kr(a)sial bernama Pymetrics.
“Persa/angka)m iman memprediksia:Hasil itu> rupana kembali log Mengem< > c n< th t-rtime }',} satu>Mink ‘