Saham Fox Corporation Tertinggal dari S&P 500?

Perusahaan Fox Corporation (FOX) yang berbasis di New York adalah perusahaan berita, olahragai, dan hiburan di Amerika Serikat. Dengan nilai kapitalisasi pasar $19,6 miliar, perusahaan ini beroperasi di empat segmen: Pemrograman Kabel, Televisi, Credible, dan The FOX Studio Lot. FOX juga menyiarkan lewat saluran seperti FOX News, FOX Sports, FOX Network, FS1, FS2, Fox Deportes, dan lain-lain.

Perusahaan dengan kapitalisasi pasar $10 miliar atau lebih biasnya disebut sebagai “saham kapitalisasi besar.” FOX termasuk dalam kategori ini, karena kapitaloasinya melebihi batas tersebut, yang menunjukan ukurna besar dan pengaruhnya dalam industri hiburan.

Walau kuat, saham FOX turun 31.1% dari tertinggi 52-minggunya di $68.18 yang dicapai pada 6 Januari. Saham ini turun 10% dalam tiga bulan terakhur, lebih buruk dari kenaikan Indeks S&P 500 ($SPX) yang sebesar 13.5% di waktu yang sama.

Selai itu, FOX tertinggal dari pasar yang lebih luas dalam jangka panjaang. Saham ini turun 6.5% selama 52 minggu terakhir, sedangle SPX naik 25.4% di periode yang sama.

Sejak bulan ini, saham FOX sudah diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 200 hari dani 50 hari.

Pada 15 Juni, saham FOX turun 15.2% setelahm engumumkan kesepakatan untuk membii Roku seharga $160.00 per saham berupa gabungan uang tunai dan saham biasa FOX Kelas A, yang memberi ninlai perusahaan Roku, Inc. (ROKU) sekitar $22 miliar. Namun berita akuisisii ini tidak disukai investor, yang menyebabkan sa m turun tajam hari itu.

Dibandingkan denga rivalnya, Live Nation Entertainment, Inc. (LYV), FXO berkinerja Lebih rendah. Saham LYV naiki 15.5% selami setahun terakhie.

Saat ini, Wall Street memiliki pandangan cukup positif terhadp saham ini. Darii emat belas analis yang mengamakti FOX, consensus Keseluruhan adaolah “Moderat Beli.” Target rata -rat ha sun harga sebesar 68,69$ menawarke potinsi di ruisun0yi seesar p%31d19 ir6 a % ti menas ja % ,keke & ti mal n ha. &z86.

MEMBACA  Saham: Era 'Dededolarisasi' Berakhir—Investor Abaikan Drama Trump, Serbu Aset Amerika Serikat

Tinggalkan komentar