Raksasa Teknologi Gelontorkan Rp6 Miliar untuk Evangalis AI Atasi Skeptisisme

Perusahaan Pasang Taruhan Besar untuk AI, Tapi Warga AS Makin Khawatir

Banyak perusahaan seperti Google dan Meta berinvestasi sangat besar untuk pengembangan AI. Namun, masyarakat Amerika justru semakin tidak suka dengan teknologi ini. Menurut penelitian Pew, 50% orang AS sekarang lebih khawatir daripada semangat dengan AI. Angka itu naik dari 37% di tahun 2021. Hanya 10% yang merasa lebih semangat. Karena itu, beberapa perusahaan teknologi sekarang menggunakan seni bercerita (storytelling) untuk mengubah pendapat publik.

Perang Talenta Beralih ke Ahli Komunikasi

Lembah Silicon sedang mencari ahli komunikasi terbaik dan mau bayar mahal. Seperti dilaporkan Business Insider, Anthropic sudah tiga kali lipatkan tim komunikasi mereka dalam beberapa tahun terakhir, menjadi sekitar 80 orang. Mereka masih buka lowongan, dengan gaji sampai $400,000 per tahun untuk kepala komunikasi produk. Adobe juga cari "AI evangelist" dengan gaji di atas $270,000. OpenAI dan Perplexity juga tawarkan gaji ratusan ribu dollar untuk posisi komunikasi.

Gaji ini masih lebih rendah dari yang ditawarkan ke peneliti AI, tapi jauh di atas rata-rata gaji direktur komunikasi di AS. Gaji besar ini menunjukan perusahaan teknologi sangat ingin mengendalikan narasi tentang AI, karena opini publik memburuk.

Masalah PR AI: PHK dan Keraguan Investor

Masalah citra AI berasal dari ketakutan bahwa teknologi ini menyebabkan PHK besar-besaran. Tahun lalu, 1.2 juta pekerjaan hilang, naik 58% dari 2024. Meski kebanyakan PHK tidak langsung terkait otomatisasi AI, pakar manajemen bilang perusahaan pakai AI sebagai alasan untuk mengurangi karyawan.

Perusahaan AI juga buat investor ragu, karena perusahaan teknologi besar belum tunjukkan keuntungan signifikan dari AI meski sudah keluar banyak biaya. Ketidakpastian ini menghapus miliaran dollar dari nilai pasar perusahaan perangkat lunak. Selain itu, kebutuhan energi yang sangat besar untuk data center dan sistem pengawasan AI menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan dan peran AI di masyarakat. Memiliki seseorang yang mengontrol narasi bisa membantu menenangkan keraguan ini.

MEMBACA  WWDC 2025: Apple Konfirmasi Tanggal 9 Juni untuk Acara Besar Berikutnya

Storytelling Profesional Sebagai Solusi

Kemampuan perusahaan untuk bercerita sekarang jadi prioritas utama. "Sebagai storyteller, kami memainkan peran penting dalam menarik pelanggan dan pertumbuhan jangka panjang," tulis Google dalam lowongan kerja. Evangelist AI Adobe diminta untuk memimpin "cerita kecerdasan buatan" di wilayah Amerika. Lowongan komunikasi OpenAI juga cari orang dengan keahlian bercerita.

Tapi, seiring gaji yang membesar, tanggung jawab ahli komunikasi juga bertambah. Sekarang tugasnya meluas lebih dari sekadar humas tradisional dan harus terintegrasi dengan HR, pemasaran, dampak sosial, hubungan investor, dan bagian perusahaan lain.

Pertarungan di Panggung Utama: Super Bowl

Sebagian dari upaya bercerita ini akan terjadi di panggung besar Amerika minggu ini, yaitu Super Bowl. Perusahaan seperti Anthropic, Meta, dan OpenAI dilaporkan habiskan lebih dari $10 juta untuk iklan di Super Bowl. Meta beli slot iklan untuk promosikan kacamata Oakley Meta-nya, yang gabungkan bingkai kacamata Oakley dengan teknologi AI Meta.

Anthropic baru perkenalkan iklan Super Bowl pertamanya. Iklan itu posisikan Claude sebagai alternatif ChatGPT yang bebas iklan, sindiran untuk keputusan OpenAI memonetisasi chatbotnya dengan iklan. Iklan itu juga menyentuh frustrasi umum pengguna chatbot, seperti jeda yang lama dan bahasa yang kaku.

Tinggalkan komentar