Donald Trump Jr mengkritik Uni Eropa pada hari Selasa. Dia bilang kebijakan liberal mereka membuat orang tidak mau investasi. Dia juga meramalkan akan ada “perpecahan besar” antara negara anggota di timur dan barat blok itu.
Anak tertua dari presiden AS itu berkata bahwa “pemain terbesar, nama-nama terbesar di perbankan dan keuangan, di teknologi dan AI” percaya bahwa “Eropa adalah bencana,” tapi “bencana yang mereka rasa juga perlu diperbaiki.”
“Tapi satu-satunya cara untuk memperbaikinya, menurut saya, adalah jika mereka (Eropa) tidak menghalangi diri sendiri,” kata Trump Jr. saat diskusi bisnis di kota Banja Luka, Bosnia barat laut, menurut rekaman video dari televisi resmi RTRS.
Banja Luka adalah kota penting di Republika Srpska, bagian Bosnia yang dijalankan orang Serbia. Pemimpinnya adalah pengagum setia Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Kantor pers Kedutaan Besar AS di Sarajevo, ibu kota Bosnia, mengatakan kepada The Associated Press bahwa kunjungan Trump Jr. adalah “secara pribadi.” Tapi kunjungan ini tetap dilihat sebagai dukungan untuk kepemimpinan politik separatis Serbia.
Kunjungan Trump Jr. terjadi saat Wakil Presiden AS JD Vance pergi ke Hongaria untuk mendukung upaya pemilihan kembali Perdana Menteri nasionalis Viktor Orbán sebelum pemilihan yang sangat ketat akhir pekan depan.
Politisi Bosnia Serbia dan mantan presiden Republika Srpska, Milorad Dodik, sekutu Orbán, berkata di X bahwa dua kunjungan ini “menandai pergeseran penting dari pemerintahan AS di bawah kepemimpinan Presiden Trump dan perhatian untuk bagian Eropa ini mengenai posisi umat Kristen.”
Trump Jr, di Banja Luka, berkata bahwa negara-negara Eropa timur “punya etos kerja yang tahan terhadap omong kosong ‘woke’ yang seperti parasit di pikiran di Eropa Barat.”
“Saya lihat itu menciptakan perpecahan besar di Uni Eropa antara beberapa negara di Eropa timur yang masih percaya akal sehat, dan Eropa Barat yang jelas-jelas kurang dalam wacana politik hari ini,” katanya.
Dodik sudah berkali-kali menyerukan agar bagian Bosnia yang dijalankan Serbia memisahkan diri dari bagian lain negara itu yang dijalankan oleh Bosnia (yang mayoritas Muslim) dan Kroasia. Usaha Serbia untuk membentuk negaranya sendiri dan bersatu dengan Serbia tetangga dilihat sebagai penyebab utama perang etnis 1992-95 yang menewaskan lebih dari 100.000 orang sebelum berakhir dengan perjanjian damai yang difasilitasi AS.
Pemerintahan Biden pada 2022 memberikan sanksi kepada Dodik dan orang serta perusahaan terkait karena kebijakan separatis yang memicu kekhawatiran ketidakstabilan baru. Sanksi ini dihapus oleh pemerintahan Trump tahun lalu.
Pemerintahan Trump sudah lama mengkritik UE, terutama tentang perdagangan dan regulasi UE di sektor teknologi. Kritiknya terhadap sekutu Eropa lama semakin kuat selama perang Iran.
Bosnia adalah negara kandidat untuk jadi anggota UE dan blok 27 negara itu bilang mereka adalah mitra dagang, investor, dan pemberi bantuan keuangan terbesar untuk Bosnia.