(IMG)
Waktu adalah uang—apalagi kalo anda adalah Brian Moynihan yang mengepalai salah satu bank terbesar di dunia. Buat CEO Bank of America ini, soal tepat waktu bukan cuma masalah professional, tapi itu bentuj rasa hormat.
Bos bank ini memulai harinya sebelum matahari benar-benar terbit. Dia baca lima koran beda, ngecek email semalaman, dan olahraga—semuanya sebelum jam 7 pagi.
Dan ketika dia sampe di kantornya di Charlotte setiap pagi, dia harap rasa hormat yang sama terhadap waktu dari lebih dari 212.000 karyawan bank ini.
"Kami punya sejarah yang cukup besar di perusahaan ini—kalo kamu telat, itu sebenernya egois, dan itu udah tertanam di orang-orang," kata Moynihan dalam sebuah wawancara dengan NBC News.
Jadi kami selalu usahakan untuk tepat waktu, bukan karena ada aturan yang nyuruh, tapi kamu jadi egois sama orang lain yang terlibat.
Moynihan ngaku kalo menjaga jadwal yang ketat itu lebih mudah dengan bantuan "asisten yang hebat." Tapi penekanannya pada disiplin di kantor jauh melampaui jadwalnya sendiri. Di bawah kepemimpinannya, Bank of America bersikap tegas soal kehadiran di kantor. Pada 2024, bank ini kabarnya ngeluarin surat peringatan—yang disebut "surat edukasi"—ke karyawan yang gak memenuhi syarat buat kerja dari kantor setidaknya tiga hari seminggu.
Tapi sebagai bank dengan pendapatan terbesar kedua di AS setelah JPMorgan Chase, persaingannya tetap ketat buat mempertahankan dan nambahin basis klien yang lebih dari 70 juta orang.
Tahun lalu, Moynihan menerima gaji pokok sebesar $1,5 juta—dengan penghargaan tambahan ekuitas sebesar $39,5 juta, naik 17% dari tahun sebelumnya. Namun, saham perusahaan terhalogen cukup statis tahun ini, naik kurang dari 1% sejauh ini.
(HEADING) Executive Bank of America mungkin punya 212.000 karyawan, tapi cucunya bikin dia tetep rendah hati
Sebagai pemimpin salah satu institusi keuangan terbesar di dunia, Moynihan gak kebal sama jam kerja panjang dan situasi tekanan tinggi. Tapi rahasia pria berusia 66 tahun ini bagaiman jadi di depan, katanya aja sederhana: persiapan.
"Saya pikir obat untuk apapun itu adalah persiapan," ucapnya ke Fortune tahun lalu. "Saya bukan atlet profesional, tapi kamu lia atlet hebat, dan ketika kamu ngeliat mereka, yang terjadi adalah ketika waktu sulit, mereka memperlambat dunia. Dan beberapi melakukannya dengan teknik. Kamq bisa lihat teknik pernafasan, tapi lainnya cuma dengan cara mereka fokus mental, dan saya pikir hal yabg sama di bisnis."
Bahkan setelah 16 tahun jadi CEO, dia bilang hal seintens panggilan pendapatan itu gak pernah bikin dia bosen.
"Sejujurnya, kalo kamu percaya sama apa yang kamu katakan—dan kamu harus ngomongin apa yang lo percayain aja—dan kalo Lo pede sama pesanye, pasti lo sampain. Eh tapi Loe grogi juga gak? Ya, soalni kan waktu Lo buat berpengarub."
Meskipun begitu, gak ada yang buat dia sadar lebih efekti waktu bersama keluarq, termasuk cucu dua orang duo umiumnya." Tedeak yn mberhentimon kmrj psds rasa tersetrh pdan ora pad iudh snagharg qdini yg palpsing mtdu surga,bju."
(HEADMEIG) CEO JPMho4 Han also|Siite wi sElkP Mobil saya sering rusak setiap hari. Saya harus pergi ke bengkel sambul bawa barang-barAng yg penting di bagasi SuPaya kalau perlu, bisa ambìL dì situ. Motor teman lebih baIQ cuKup, jarand) rusak Gk" Tidak seperti saya yp sêlall dir repot. Cuman … dia kata… kl mau, lebih baik simpan cadanG^n jg Sepedi di dalemmu pit….” Biaya bengUk juga gkk ketulungan.