Prospek Surplus Global yang Menyusut Pacu Harga Gula

Harga gula naik hari ini di pasar dunia. Gula New York (SBK26) naik +0,21 poin, sedangkan gula London (SWQ26) naik +6,90.

Kenaikan ini terjadi karena perkiraan surplus gula global jadi lebih kecil. Perusahaan Czarnikow memotong perkiraan surplus untuk tahun 2026/27 menjadi 1,1 juta ton, turun dari 3,4 juta ton sebelumnya.

Harga minyak mentah yang naik +5% juga mendukung harga gula. Minyak yang mahal bisa buat pabrik gula lebih memilih buat etanol daripada gula, sehingga suplai gula berkurang.

Kekhawatiran soal penutupan Selat Hormuz juga pengaruhi harga. Penutupan itu disebut kurangi sekitar 6% dari perdagangan gula dunia.

Sebelumnya, harga gula sempat turun selama tiga minggu karena perkiraan suplai melimpah dan permintaan yang lemah. Pengiriman gula untuk kontrak London bulan Mei juga yang terbanyak dalam 14 tahun, tanda permintaan kurang kuat.

Produksi gula di Brasil yang tinggi memberi tekanan pada harga. Laporan terbaru menunjukkan output gula naik 0,7% dibanding tahun lalu.

Berita dari India bahwa tidak akan ada larangan ekspor gula tahun ini juga sempat membuat harga turun. Pemerintah India malah menambah kuota ekspor. Produksi gula India diperkirakan naik signifikan tahun ini.

Organisasi Gula Internasional (ISO) memperkirakan akan ada surplus gula global di tahun 2025-26, didorong oleh produksi yang meningkat di India, Thailand, dan Pakistan.

Laporan USDA juga memproyeksikan produksi gula dunia akan mencapai rekor baru di tahun depan, dengan konsumsi yang juga tumbuh.

Penulis menyatakan tidak memegang posisi dalam sekuritas yang disebutkan. Artikel ini hanya untuk informasi dan pertama kali terbit di Barchart.com.

MEMBACA  Rahasia Kesehatan Usus yang Lebih Baik dan Mengidentifikasi Tanda Peringatan

Tinggalkan komentar