Orang yang mau beli rumah biasanya banyak mikirin dua hal: suku bunga KPR sama harga rumah. Tapi ternyata beban punya rumah gak berhenti di situ aja. Itu baru permulaan.
Pembeli bakal kunci suku bunga, tanda tangan di akad, dan ngira bagian susah udah selesai. Padahal banyak hal yang bisa salah, dan ada banyak biaya Tersembunyi yang gak semua orang pikirin.
Contohnya, survei dari 2.500 pemilik rumah di AS sama Ownwell, sebuah layanan banding pajak properti, nemuin 76% bilang pajak properti belakangan ini ternyata lebih tinggi dari anggaran mereka—naik 10% dari tahun sebelumnya. Hampir dua pertiga kaget dengan tagihan pajak terbaru, dan 9 dari 10 khawatir soal dampak keuangan jangka panjang gara-gara pajak rumah naik. Lebih mencengangkan lagi, 40% pernah mikir mau pindah karena hal ini.
"Pajak sudah diam-diam bergabung sama asuransi jadi salah satu kejutan terbesar soal biaya setelah akad, terutama di negara bagian dengan pajak properti tinggi kayak New York, Massachusetts, dan Texas," kata CEO Ownwell, Colton Pace, ke Fortune.
Data baru ini nunjukin masalah keterjangkauan yang terlewat dalam diskusi soal rumah. Memantau suku bunga KPR dan harga rumah emang lebih mudah (meski kadang nyesekin), tapi pengeluaran tetap kayak pajak, asuransi, rawat rumah, yang gak disebut di meja akad, diam-diam ngerombak biaya asli buat punya rumah.
"Suku bunga tetap pada pinjaman awalnya dijanjikan jadi satu-satunya biaya yang bisa ditebak," kata Pace. "Naiknya asuransi dan pajak rumah udh perlahan melanggar janji itu."
Ketidakpastian Punya Rumah
Pinjaman rumah tetap 30 tahun sebenarnya langka, tagihannya gak berubah antara bulan atau tahun satu ke tahun berikut—tapi pajak sama asuransi yang dibundel dalam pembayaran perbulan justeru berubah. Setiap tahun, pajak dan asuransi bisa berubah tergantung jadwal dari pemerintah daerah.
"Pemilik rumah gak ngitung dua tagihan terpisah," jelas Pace. "Mereka hanya nunggu surat dari mereka atau pemberitahuan nilai pajak yang kasih tau pembayaran baru saja berubah."
Perhitungan waktu nerima pemberitahuan itu sudah makin susah ditebakin sama mereka. Harga jual rata-rata rumah baru naik 23% selama lima tahun terakhir Alokasi rata liat data dari Bank AS, dan Kana biaya pertimbangan malah mengikutinya hanya Melon bums drr akalnya alias tercatat setempat pengm eraksi"Rumah Rntah Ekli Di" . Kar"
Sejelas terus: Mksubnya"ang Setoran W*Kp:BI "t:sek’i. KataTeks:K2:di B2~Bset. —
Eja
Te!.
trash-BI Text follows only local limited mistake indicators