Sebuah perusahaan intelijen rantai pasok dari Korea Selatan bilang kalau mereka baru dapet pendanaan tambahan. Duitnya bakal dipake buat ngembangin AI prediktif mereka.
Willog, yang berdiri tahun 2021, ngasih tau di pernyataan resmi kalo mereka dapet investasi Seri B-2 dari tujuh investor Korea dan global, yaitu KB Investment, SGC Partners, Sneakpick Investment, IBK Capital, Re-Investment, Muirwoods Ventures, sama Big Basin Capital.
Meskipun perusahaannya gak ngasih tau jumlah investasinya, mereka bilang bakal pake duit itu buat ningkatin kemampuan rantai pasok, terutama AI prediktif buatan mereka sendiri.
Willog bilang mereka beda dari platform intelijen rantai pasok lain karena mulai dari tempat resiko logistik sering muncul: gudang.
Banyak masalah kayak barang pecah, suhu yang gak sesuai, atau benturan—susah dideteksi apalagi ditangani langsung. Akibatnya, masalah itu bukan cuma ngerusak produk, tapi juga bikin masalah kepatuhan, layanan gagal, dan operasi yang makin gak efisien.
Willog ngaku mereka ngatasi resiko rantai pasok ini pake sensor khusus dan analisis data AI, ngumpulin data kondisi kargo waktu nyata kayak suhu, kelembaban, goncangan, kemiringan, dan cahaya. Hardware, software, dan AI mereka semuanya bikin sendiri.
Dengan lebih dari 200 pelanggan perusahaan global, termasuk mobil Korea Hyundai sama perusahaan kesehatan AS Abbott Laboratories, Willog bakal pake investasi ini buat nerusin ke pasar-pasar penting kayak Amerika Serikat, Singapura, dan Jepang.
“Logistik masih jadi salah satu industri yang sangat tergantung sama pengalaman manual. Willog ngubah kejadian logistik yang gak keliatan jadi data, intelijen, dan tindakan, serta bantu pelanggan bikin keputusan lebih baik di setiap level rantai pasok,” kata Daniel Yun, CEO Willog, di pernyataannya.
“Tujuan kita bukan cuma ningkatin visibilitas, tapi juga ngubah cara logistik dikelola lewat intelijen rantai pasok. Investasi ini ngasih kita dasar buat nerapin visi itu secara global,” tambahnya.