Kementerian Keuangan AS kemungkinan sudah pinjam lebih dari $2 triliun sampe akhir tahun fiskal ini, menurut perkiraan terbaru dari Kantor Eksekutif Presiden—angka yang dibilang “lebih dari menakutkan” sama para pengawas anggaran.
Kemarin, departemen yang dipimpin Scott Bessent ngeluarin dokumen Kuartalan (Quarterly Refunding Documents) terbaru, yang ngasih tau perubahan kebijakan manajemen utang, juga perkiraan pendanaan dari Treasury dan pelaku pasar obligasi. Dokumen ini juga bagi rencana penerbitan obligasi.
Presentasi nunjukin kalo per April 2026, Office of Management and Budget (OMB) perkirain tahun fiskal 2026 bakal defisit $2,06 triliun, lebih tinggi dari perkiraan Congressional Budget Office (CBO).
Tahun fiskal federal berakhir 30 September, dan OMB memproyeksikan defisit $2,17 triliun buat FY2027.
Ini artinya setiap bulan di tahun fiskal sekarang, pemerintah udah nerbitin utang lebih dari $166 miliar. Mulai Oktober, rata-rata itu naik jadi sekitar $181 miliar per bulan.
Sebagai perbandingan, CBO perkirain defisit $1,85 triliun buat tahun fiskal ini dan $1,89 triliun buat tahun depan.
Ini terjadi pas utang nasional—yang nambah tiap bulan—makin deket ke angka $39 triliun. Pas tulisan ini dibuat, utang nasional AS ada di $38,91 triliun, menurut data Treasury.
Pembayaran bunga utang itu udah gede banget, sampe bisa saingan sama pengeluaran pemerintah buat pendidikan dan pertahanan digabung. Perkiraan awal CBO yang dirilis bulan lalu nunjukin Treasury bayar hampir $530 miliar buat pembayaran layanan antara Oktober 2025 (awal tahun fiskal) sampe Maret 2026. Ini setara lebih dari $88 miliar bunga per bulan, atau lebih dari $22 miliar per minggu.
“Defisit $2 triliun dulu tuh gak pernah kedengeran, dan cuma terjadi pas resesi besar—sangat menakutkan kalo sekarang defisit $2 triliun jadi normal,” kata Maya MacGuineas, presiden Committee for a Responsible Federal Budget. “Pasar cuma bakal toleransi pinjaman kita yang gak berkelanjutan ini sebentar lagi; risiko krisis fiskal makin tinggi seiring waktu. Kita perlu pengurangan defisit segera.”
MacGuineas didukung sama Frederick Kempe, presiden dan CEO dari lembaga think tank non-partisan Atlantic Council. Kempe nulis di blog kemaren: “Kepercayaan gak runtuh dalam semalam. Dia hilang sedikit demi sedikit sampe syarat-syarat Amerika minjem, investasi, dan memimpin mulai berubah.”
“Debat ini masih kelihatan abstrak buat kebanyakan rakyat Amerika; padahal tidak sama sekali. Utang yang lebih tinggi, kalo gak diatur dengan baik, berarti suku bunga KPR dan pinjaman bisnis lebih tinggi. Itu bisa alihin sumber daya dari investasi masa depan nasional kita ke bayar masa lalu, di saat persaingan global sama China makin cepet.”
## Target defisit 3%
Defisit $2 triliun di tahun ini jauh di atas level yang ditetapkan sama mereka yang minta batas defisit 3% dari PDB.
Dorongan buat ngeanchor defisit ke 3% PDB dapet dukungan bipartisan dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa pembuat kebijakan percaya target yang disepakati itu aja udah terlalu longgar—mandat harus ditulis di konstitusi. Bahkan target 3% itu kira-kira setengah dari level defisit sekarang, dan sendiri akan butuh perubahan anggaran yang signipikansi. Butuh pengurangan defisit sekitar $10 triliun dalam dekade mendatang biar target tercapai tahun 2036.
MacGuineas nambahin: “Sementara para pembuat kebijakan dan tokoh pemikir makin condong ke ide kalo kita harus ngarahin defisit ke jalur 3% PDB, kabar hari ini nunjukin betapa jauhnya perjalanan kita. Defisit $2 triliun itu lebih dari 6% PDB—sekitar dua kali lipat target 3%—dan kondisinya makin buruk, bukan lebih baik.”
Langgan newsletter Fortune Gulf Brief. Setiap Selasa, newsletter baru ini akan ngasi informasi intelijen yang jelas dan otoritatif tentang deal-deal, keputusan, kebijakan, dan pergeseran kekuasaan yang membentuk salah satu wilayah paling menentukan di dunia, ditulis buat orang-orang yang perlu bertindak. Daftar disini.