Peringkat Dukungan Kongres Lebih Rendah daripada Hitler dalam Beberapa Survei. Namun, Dua Partai yang Sama Terus Dipilih.

Kebanyakan orang Amerika ga tau nih: di tahun 1988, Partai Republik dan Demokrat memecat Liga Pemilih Perempuan—organisasi netral yang udah lama ngadain debat capres—dan gantiin mereka dengan komisi yang dikelola sendiri. Banyak orang Amerika cuma perhatian politik pas jelang pemilu, jadi debat capres itu peristiwa yang sangat penting.

Waktu organisasi itu—Komisi Debat Presiden, atau CPD—pertama dibentuk, dijalankan bareng oleh ketua komite nasional Partai Republik dan Demokrat. Pada prakteknya, organisasi ini ada buat lindungin dua partai yang bikinnya.

Aturan paling penting dari CPD adalah mengharuskan kandidat pihak ketiga yang mau ikut debat di TV nasional buat dapet dukungan lebih dari 15% di setidaknya lima jajak pendapat nasional—hambatan yang hampir mustahil. Sejak undang-undang yang menyediakan dana federal dibuat tahun 1974, cuma dua kandidat pihak ketiga yang pernah dapat lebih dari lima persen suara. Batas yang dibuat CPD tiga kali lipatnya. Dua partai besar, dengan kata lain, udah bikin sistem yang dirancang khusus supaya nggak ada pesaing lain.

Selama sembilan siklus pemilu, sistem ini berjalan lancar sampai 2024, dimana sistem ini udah nggak dibutuhin lagi. Sudah empat puluh tahun sejak debat diadain sama Liga Pemilih Perempuan, dan dua partai besar mutusin buat nego detailnya langsung sama stasiun TV. Yang penting, mereka cuma ngajak satu sama lain, nggak ada orang lain.


Pemerintahan yang rusak itu bahaya. Dua partai besar berebut kekuasaan kayak anak kecil berebut remot TV. Kalo salah satu menang, yang kalah ngambek dan pergi. Atau keluar dari Gedung Capitol.

Waktu ketidakmampuan mereka berkompromi bikin pemerintahan shutdown di 2011, Standard & Poor’s turunin peringkat utang negara ini dari AAA ke AA buat pertama kalinya dalam sekitar seratus tahun. Itu bisa bikin generasi masa depan bayar triliunan untuk bunga utang.

MEMBACA  Hari Prime Amazon Kembali 8–11 Juli: Ini yang Baru (dan yang Perlu Diketahui)

Sistem ini udah hampir sama selama dua ratus lima puluh tahun, tapi selama beberapa dekade setelah Komunisme runtuh, nggak ada ancaman serius yang memaksa kompromi. Dulu pas Ronald Reagan dan Tip O’Neill nggak setuju, mereka nggak bikin pemerintah shutdown—mereka cari solusi, karena kalo nggak, Uni Soviet bisa untung. Setelah Tembok Berlin runtuh, akibat dari nggak kompromi nggak terasa lebih penting daripada ngejar kekuasaan dan kekayaan pribadi buat para politisi kita. Negara di atas partai jadi pilihan aja. Mereka pilih partai.


Apakah rakyat puas sama kinerja dua partai ini? Menurut Ballotpedia, di Januari 2026 tingkat persetujuan terhadap Kongres cuma sekitar 15%—para peniliti sebut ini “batas bawah,” artinya hampir mustahil turun lagi. Menurut Gallup, sejak 2010 tingkat persetujuan ke Kongres hampir nggak pernah lewat 30%.

Buat bandingin angka 15% itu: menurut jajak pendapat YouGov sekitar setahun lalu, tingkat persetujuan untuk Adolf Hitler antara 11% dan 23%, tergantung cara interpretasinya—11% orang Amerika bilang beberapa idenya “benar,” dan 12% kategorikan dia sebagai “orang jahat yang melakukan beberapa hal baik.” YouGov catat tingkat ketidaksukaannya di -88%. Stalin agak lebih baik sedikit, dengan tingkat ketidaksukaan sekitar -75% sampai -80%.

Hitler. Stalin. Kongres AS. Hasil jajak pendapat itu taruh mereka di area yang kurang lebih sama. Kalimat itu harus bikin semua orang Amerika waspada.


Kebanyakan dari kita nerima aja gagasan bahwa nggak ada yang bisa kita lakukan. Aku nggak setuju. Perubahan itu terjadi. Perubahan sering datang pas kita nggak nyangka, atau terlalu pelan buat dilihat—tapi pasti terjadi. Cuma karena kamu nggak lihat benua bergerak, bukan berarti lempeng tektonik nggak ada. Cuma karena kamu nggak tau kalo Partai Republik dulu adalah gerakan pihak ketiga, bukan berarti itu nggak benar. Para Whigs pasti setuju—kalo masih ada.

MEMBACA  HK dan 'Satu Negara, Dua Sistem' lebih penting dengan geopolitik yang kompleks: Sekretaris Keuangan HK Paul Chan

Isu-isu individu nggak penting lagi di era dimana sistem politik kita nggak berfungsi buat membuat undang-undang. Ini bukan tulisan di nisan—ini seruan untuk bertindak. Warga negara harus desak para wakil rakyat untuk membalikkan keputusan Citizens United, kurangi pengaruh uang dalam politik, buka akses ke debat presiden, akhiri filibuster, bubarkan electoral college, terapkan batasan masa jabatan, dan perbarui sistem supaya bisa berfungsi lagi.

Apakah Edmund Burke beneran bilang, “Kejahatan menang ketika orang baik nggak ngapa-ngapain karena mereka cuma bisa melakukan sedikit,” tapi itu tetap benar. Perubahan itu pasti, tapi reformasi nggak pernah datang dari atas. Reformasi datang dari rakyat. Lebih banyak orang Amerika yang baru umur 18 tahun daftar sebagai Independen daripada gabung ke salah satu dari dua partai besar. Mereka udah dapat kesempatan yang cukup. Kita pantas dapat yang lebih baik. Pilih Independen. Tulis ke wakil rakyatmu. Minta mereka bertanggung jawab. Lakukan sesuatu, sedikit aja.


Pendapat yang diungkapkan dalam tulisan komentar Fortune.com adalah murni pandangan penulisnya dan belum tentu mencerminkan opini serta keyakinan Fortune.

Tinggalkan komentar