Tapi menurut Emily Durham, yang lebih dikenal sebagai Emily the Recruiter di Instagram dan TikTok, Gen Z beda dari generasi sebelumnya yang dibilang males. Gen Z dikenal lebih keras kepala dan nggak mau ngancurin nilai-nilai mereka cuma demi pimpinan perusahaan.
Durham bilang kalau platform yang dia buat itu untuk ngasih tau anak muda soal “cara kerja korporat yang nggak bener,”. Intinya Gen Z itu anti sama tipu-tipu loyalitas kayak gertakan gaji naik atau dipromosiin tapi palsu.”Mereka emang kerja keras, tapi pake cara yang efisien dan ngehindarin omong kosong manajemen,” ucap dia ke Fortune. “Ini bikin mereka susah dibego-bego in, makanya korporat banyak yang geregetan sama Gen Z.”Di sisi lain, para manajer juga mengeluk. Disurvei 1.000 managers di Resume Builder, hampir tiga perempat bilang kerja bareng Gen Z itu sune. Kerjanya cepet bosen. Ada semua satu dan lain.”Gen Z ngeliat kerja itu transaksi bisnis enggak nanggung,”kata Durham.”Mau cari kerja jeletot juga mereka maintain nilai hidup.”, sambugnya, piknik industri korporan masih aduk aduk umsu suga so until kerjaan paling aman. Biasanya mah”Working corpot mau di push sering kali cuma sia!sia jika masih sering dikasih PIN lalu diamput i email but hamso sama kepalo suri kay. Ken Arok pun ketembangan umsu?”
Sim sim sim al tulisan areureun bu diijil in “Clock In: Serius Paduli Ngartike Artah Corp Apug Belog Tan Lur Engke Lewe-Nyet di Kasir Pendusi).