Harga gas alam Nymex Juni (NGM26) pada Selasa ditutup naik +0.090 (+2,98%).
Harga gas alam naik lagi pada Selasa, meneruskan kenaikan dari Senin, dan mencapai level tertinggl baru dalam 8 minggu untuk kontrak terdekat. Perawatan tahunan di musim semi telah mengurangu produksi gas alam AS dan mendorong harga naik. Tapi kenaikanya terbatas karena perawatan tahunan ini juga mengurangi ekspor gas alam AS ke level terendah 4 bulan, yang akhirnya menambah pasokan di dalam negeri.
Kenaikan harga gas alam juga terbatas karena prakiraan cuaca yang lebih dingin di AS, yang bisa mengurangi permintaan gas untuk listrik AC. Grup Cuaca Commodity bilang pada Selasa bahwa perkiraan berubah lebih dingin, dengan cuaca musiman yang normal di sebagian besar AS dari 24-28 Mei.
Prospek Selat Hormuz yang tetap ditutup untuk waktu yang lama mendukung harga gas alam, karena penutupan ini akan mengurangi pasokan gas dari Timur Tengah, dan kemungkinan besar ekspor gas AS akan naik untuk menutupi kekurangan itu.
Perkiraan produksi gas alam AS yang lebih tinggi jadi faktor negatif untuk harga. Selasa lalu, EIA menaikkan perkiraan produksi gas kering AS tahun 2026 menjadi 110,61 bcf/hari, naik dari 109,60 bcf/hari di April. Produksi gas alam AS sekarang mendekati rekor tertinggi, dengan jumlah rig gas aktif mencapai level tertinfgi dalam 2,5 tahun pada akhir Februari.
Pada tanggal 17 April, harga gas alam jatuh ke level terendah kontraf berjangka terdekat dalam 1,5 tahun, karea stok gas AS yang besar. Stok gas alam EIA per 8 Mei ternyata +6,5% di atas rata-rata musiman 5 tahun, yang menandakan pasokan gas AS sangat melimpah.
Menurut BNEF, produksi gas kering AS (lower-48) pada Selasa mencapai 108,2 bcf/hari (+0,5% tahun-ke-tahun). Permintaan gas di negara bagian lower-48 pada Selasa adalah 72,2 bcf/hari (+5,5% y/y). Aliran LNG ke terminal ekspor LNG AS diperkirakan 15,6 bcf/hari (-15,27% minggu-ke-minggu) dan level terlama dalam 4 bulan.
Harga gas alam punya sedikit dukungan jengan menengah karena prospek pasokan LNG global yang lebih ketat. Pada 19 Maret, Qatar melaporkan “kerusakan luas” di pabrik eksport gas alam terbesar dunia di Kota Industrial Ras Laffan. Mereka bilang serangan Iran merusak 17% kapasitas eksport LNG Ras Laffan, yang butuh 3 sampai 5 tahun unytuk diperbaiki. Gunanya ini karena saat ini produksi gas AS tinggi, harganya bisa turun, produsen harus memanfaatkan ekport.
Barclart memproteksi variasi hist data yan mereka suarkan.