Perangkat untuk Mengatasi Disrupsi AI Sudah Ada — Tinggal Cara Menggunakannya yang Harus Berbeda

Pekerja yang paling rentan untuk digantikan AI sebenarnya bukan pencari kerja. Mereka sudah ada di daftar gaji perusahaan. Dan kalau kita tidak bertindak sekarang, ketidakstabilan ekonomi akan terjadi.

Sudah banyak usulan yang muncul untuk mengatasi masalah yang cepat menjadi masalah tingkat PDB ini. Beberapa ide sangat besar; lainnya lebih taktis. Yang menyatukan mereka: urgensi. AI sudah mengubah bentuk pekerjaan di dalam kantor, rumah sakit, pabrik, dan gudang. Berita tentang PHK karena AI membuktikan perubahan ini sudah berjalan.

Waktu hampir habis — dan jawabannya bukan menunggu sistem baru dibangun. Tapi mengalihgunakan sistem yang sudah kita punya secara bersamaan.

Amerika Serikat tidak kekurangan dana untuk tenaga kerja. Lebih dari $250 miliar mengalir setiap tahunnya melalui program pengembangan tenaga kerja federal. Perusahaan juga menghabiskan puluhan miliar lebih untuk tunjangan pendidikan dan pelatihan korporat. Kita hanya perlu menggunakan dana ini dengan lebih baik.

## Apa yang bisa dilakukan perusahaan sekarang

Program bantuan biaya kuliah adalah tempat paling langsung untuk memulai. Sering dianggap hanya sebagai fasilitas untuk mempertahankan karyawan, program ini bisa digunakan dengan jauh lebih strategis di era AI ini. Mengalihkan bahkan sebagian dana itu untuk kredensial yang bisa ditumpuk dan jalur keahlian terkait bisa membantu karyawan pindah ke peran baru sebelum pekerjaan mereka saat ini diotomasi atau diubah.

Program tenaga kerja dan pengangguran negara bagian juga bisa membuka peluang untuk pelatihan ulang. Dalam banyak kasus, perusahaan bisa mengurangi jam kerja karyawan sementara karyawan dapat dukungan pendapatan parsial dan menggunakan waktu itu untuk pelatihan. Jika digunakan dengan baik, mekanisme ini memungkinkan perusahaan melatih ulang tenaga kerjanya tanpa memaksa karyawan memilih antara gaji dan masa depan — dan pekerja bisa dialihkan ke peran baru dengan cepat, meminimalkan waktu menganggur.

MEMBACA  3 Komjen Polri Lulusan Akpol 1992, Nomor 1 Bertugas di Lingkungan Internal Polri (Penataan visual dengan spasi dan format yang rapi)

## Apa yang bisa dilakukan negara bagian sekarang

Negara bagian punya alat yang kuat. Melalui dana cadangan gubernur dan dana pelatihan pekerja tetap di bawah Undang-Undang Peluang dan Inovasi Tenaga Kerja (WIOA), negara bagian bisa mendukung pekerja yang masih employed tapi semakin rentan terhadap gangguan AI — pekerja yang sering terlewat oleh sistem yang dirancang terutama untuk pengangguran.

Ketika negara bagian menggabungkan aliran dana ini dengan investasi perusahaan, uang publik bisa lebih jauh jangkauannya dan pelatihan ulang bisa terjadi dalam skala besar. Adaptasi menjadi usaha bersama, bukan beban individu.

Birmingham, Alabama, membuktikan model ini bekerja. Sebuah hibah federal di sana menyelaraskan pendanaan publik dengan permintaan perekrutan nyata dari perusahaan kesehatan dan penempatan kerja. Pekerja tanpa pengalaman klinis bisa memasuki peran yang mendukung keluarga, terkait langsung dengan lowongan pekerjaan yang nyata — bukan hanya sekedar kredensial.

Negara lain bergerak dengan urgensi yang sama. Program SkillsFuture Singapura memprioritaskan pelatihan yang selaras dengan pekerjaan dan didukung perusahaan, yang mendukung kemampuan kerja seumur hidup daripada sekadar penyelesaian kursus jangka pendek. Pelajaran dari contoh-contoh ini konsisten: adaptasi lebih lancar ketika tindakan diambil sebelum krisis.

## Kita harus bertindak sebelum gangguan menjadi penggantian

Ini bukan argumen menentang reformasi jangka panjang, komisi baru, atau kemitraan publik-swasta — itu semua penting. Tapi pekerja hari ini tidak bisa menunggu setiap bagian agenda itu terbentuk. Jalur praktisnya adalah mulai sekarang, menggunakan infrastruktur yang ada, membangun percontohan yang memberikan hasil jangka pendek sambil menginformasikan reformasi yang lebih luas seiring waktu.

Langkah paling langsung sudah jelas:

Perusahaan harus memperlakukan tunjangan pendidikan dan program belajar sebagai alat transformasi, bukan fasilitas.
Negara bagian harus menggunakan dukungan pekerja tetap dengan alat yang sudah mereka miliki.
Pemimpin lokal harus meniru model berbasis permintaan yang menghubungkan pelatihan dengan pekerjaan nyata.

MEMBACA  Vonis $1.5 miliar Bayer atas Roundup dipangkas lebih dari 60%

AI maju sesuai jadwalnya sendiri. Dunia usaha dan pemerintah masih punya kendali atas bagaimana transisi ini terjadi. Pertanyaannya bukan apakah alat-alat itu sempurna. Tapi apakah kita akan menggunakannya sebelum gangguan menjadi penggantian.

Pendapat yang diungkapkan dalam tulisan opini Fortune.com adalah pandangan penulisnya saja dan tidak selalu mencerminkan pendapat serta keyakinan Fortune.

Tinggalkan komentar