Tiga puluh tahun, percaya diri, dan sukses. Lupakan soal usia tiga puluh yang menakutkan: generasi milenial sekarang masuk era mereka untuk menghasilkan uang, dan mereka akan menjadi semakin kaya karena perpindahan kekayaan terbesar sudah mulai terjadi.
Dalam fenomena yang disebut “Puncak 35”, milenial yang berusia 30-an sekarang sudah mengumpulkan kekayaan bersih empat kali lipat lebih banyak dari sebelumnya. Para ahli keuangan bilang ini karena lebih dari 70% milenial berharap atau sudah menerima warisan dari keluarga mereka yang baby boomer.
“Saya pikir hal yang bagus dari ‘Puncak 35’ adalah ini menempatkan kita di posisi yang belum pernah dialami banyak generasi sebelumnya,” kata Gerald Grant III, seorang perencana keuangan, kepada Fortune. “Ketika kita pikirkan tentang Perpindahan Kekayaan Besar ini, ya, asset memang sudah pernah ditransfer sebelumnya, tapi tidak sebesar sekarang dan tidak sengaja seperti sekarang.”
Kekayaan bersih milenial sudah empat kali lipat dalam hanya lima tahun, menurut laporan dari Equitable Advisors. Antara akhir 2019 dan akhir 2024, total kekayaan bersih milenial naik dari $3,9 triliun jadi hampir $16 triliun. Dan ini baru awal dari perpindahan asset yang lebih besar lagi karena semakin banyak baby boomer yang mendekati usia pensiun.
Dengan 4 juta baby boomer yang berusia 65 tahun dan sekitar 4 juta milenial yang berusia 35 tahun tahun ini, Grant bilang ini memaksa jenis komunikasi baru antar generasi yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
“Sekitar 69% orang menyatakan mereka sudah mulai membicarakan warisan dengan orang tua. Dan dulu, itu bukan hal yang biasa,” kata Grant, yang sendiri bekerja bersama ayahnya di Equitable. Mereka berdua menulis buku bersama tahun 2020 tentang kekuatan kekayaan generasi.
Seperti ‘Ferrari merah mengkilap’
Generasi yang lebih muda ini, kata Grant dan laporannya, berada di posisi yang lebih baik dari sebelumnya untuk menerima asset karena mereka berkomunikasi dengan generasi tua. Warisan bukan lagi hal yang harus diurus saat berkabung karena kematian. Sekarang, ini topik yang dibicarakan generasi tua dengan generasi muda untuk memastikan perpindahan yang lebih mudah dan membantu anak-anak mereka memulai hidup lebih baik di usia lebih muda.
“Analogi yang sering kami pakai itu, jika kamu punya Ferrari merah yang bagus dan mengkilap, apa kamu akan beri kuncinya ke anakmu tanpa mengajarkan mereka cara menyetirnya? Jawabannya tentu tidak,” kata Grant.
Perpindahan kekayaan di usia lebih muda berarti milenial tidak lagi dikenal sebagai “generasi yang tersesat secara finansial” dan dengan cepat melampaui generasi baby boomer. 10% milenial terkaya sudah mengumpulkan rata-rata 20% lebih banyak kekayaan daripada 10% baby boomer terkaya di usia 35 tahun. Milenial jauh melebihi tingkat tabungan baby boomer di usia 35, dengan kekayaan terkumpul mereka melebihi ekspektasi sebesar 37% di tahun 2022.
Tapi, perbedaan tingkat kekayaan juga jelas terlihat di generasi baru yang berusia 35 tahun ini: rata-rata milenial masih memiliki kekayaan bersih 30% lebih rendah daripada kerabat baby boomer mereka di usia yang sama.
Karena rumitnya asset yang akan diwariskan — masa di mana rumah keluarga tunggal adalah warisan terbesar sudah berlalu — Grant menyarankan semua orang, apapun usia atau status sosial ekonominya, untuk duduk dengan orang tua dan membicarakan hal ini.
Dan angkanya mendukung: 70% milenial berharap dapat warisan dari keluarga, dan meski 80% merasa percaya diri mengambil keputusan keuangan yang pintar, hanya 27% yang merasa mampu saat situasinya jadi lebih rumit, seperti menggabungkan asset properti dengan rekening pensiun dan pialang.