Pengguna China dan Hong Kong tak bisa akses situs SpaceX dan dokumen IPO

Oleh Summer Zhen dan Kane Wu

HONG KONG, 5 Juni (Reuters) – Situs website SpaceX dan dokumen marketing IPO nya tidak bisa di akses pada hari Jumat di Hong Kong dan China daratan, menurut review Reuters, langkah ini bisa mengurangi partisipasi investor disana di IPO yang diprediksi akan menjadi yang terbesar di dunia.

Elon Musk berencana mengumpulkan dana sebesar $75 miliar melalui IPO SpaceX, ini yang palting besar secara global. Perusahaannya akan di nilai mencapai $1.75 triliun, dan langsung naik masuk daftar 10 perusahaan paling bernilai di bursa AS.

Perusahaan memulai roadshow marketing pada Kamis di New York dan material IPO nya di upload di website mereka, bisa di akses oleh pengguna di banyak pasar Asia, kecuali China daratan dan Hong Kong, kata review Reuters.

Investor institusi dan retail semua mau akses material marketing IPO untuk kenali detail bisnis dan keuangan perusahaan kandidat baru, biar mereka pilih prospek investasi terbaik.

Reuters blom bisa pastikan kapan dan kenapa website SpaceX – perusahaan roket, satelit, dan AI – plus material IPO nya di batasi di China daratan dan Hong Kong, tempat terkaya nomor satu di dunia.

SpaceX blom balas permintaan komentar Reuters diluar jam kerja AS.

Citigroup jadi salah satu bank utama, menolak berkomentar. Jubir bank besar lain kek Bank of America, Goldman Sachs, JPMorgan, dan Morgan Stanley jga blom balas permintaan komentar Reuters.

BISA JADI DEBUT PERTAMA DI PASAR AS DI ATAS $1 TRILIUN

IPO SpaceX kita minat orang di seluruh dunia dan bisa jadi debut pertama di atas $1 triliun di pasar AS, itu bakal langsung jadi perusahaan publik paling termahal di dunia.

MEMBACA  AT&T membuat tawaran akhir kepada serikat CWA yang mogok oleh Reuters.

Selain jajaran raksasa Wall Street, ada Mizuho dari Jepang dan Macquarie Capital dari Australia juga urus IPO SpaceX di Asia Pasific, kata isi presentasi roadshow.

Pesan “Error 1009” muncul pas netizen China dan Hong Kong mau buka website perusahaan beserta material marketing IPO nya, berdasarkan review Reuters.

Penyedia keamanan web Cloudflare bilang penyebab error itu apalagi paling umum adalah pemilik situs “udah nge-ban” negara atau region dari alamat IP si pengguna.

Blokir kayak gitu biasanya kebijakan perusahaanya sendiri, kata Francis Fong, presiden kehormatan Federasi Teknologi Informasi Hong Kong.

Dalam beberapa tahun belakangan, pengguna di Hong Kong kesulitan mengakses beberapa website pemerintah AS, tapi jarang terjadi buat perusahaan besaaaar, tambah dia.

Siapa siang di China, negara sama terbesar ke-2 di jal ini, yang lupa sama nama Elon Mash? Suksesnya mobil listrik Tesla buat dia jadi tokoh bisnis asing yang ap lipuler banget.
Wall jadi je antara juval.

Tinggalkan komentar