Pendukung Miliarder Trump Gagalkan Penjualan Gudang Texas untuk Dijadikan Penjara ICE

Ada desas-desus tentang pusat penahanan ICE di sebuah kota di Texas. Ini memicu pernyataan tegas dari seorang miliarder pendukung Trump. Pusat-pusat ini pernah dibandingkan dengan kamp konsentrasi.

Beredar kabar ICE mencari gudang untuk dijadikan fasilitas tahanan baru—sebagai perluasan dari “Alligator Alcatraz” yang sudah tutup atau kamp-kamp yang memisahkan keluarga imigran saat masa jabatan pertama Presiden Donald Trump. Miliarder Edward Roski Jr. bersikap tegas.

Ya, Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) mendekati perusahaannya, Majestic Realty, untuk membeli gudang seluas 1 juta kaki persegi yang bisa menampung 9.500 tempat tidur. Tapi tidak, kesepakatan ini tidak akan terjadi—dan tidak akan ada kesepakatan serupa di perusahaanya.

“Majestic Realty Co. tidak dan tidak akan membuat perjanjian apapun untuk menjual atau menyewakan bangunan kepada DHS untuk dipakai sebagai fasilitas tahanan,” kata perusahaan itu. Mereka menambahkan ingin terus mencari pembeli atau penyewa yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi.

Perusahaan properti yang berbasis di Los Angeles ini dimiliki Roski. Kekayaannya diperkirakan $7 miliar. Dia juga pemilik bersama tim Los Angeles Kings, Los Angeles Lakers, dan Crypto.com Arena. Dia seorang Republikan lama yang menyumbang total $200.000 untuk kampanye Donald Trump 2024 menurut catatan.

Gudang itu adalah satu dari lebih dua puluh lokasi yang diidentifikasi DHS sebagai calon situs pusat tahanan. Perusahaan tidak memberi alasan spesifik untuk penolakan mereka. Majestic Realty menolak berkomentar lebih lanjut.

Tahun lalu, $45 miliar dialokasikan untuk bangun fasilitas tahanan baru dalam One Big Beautiful Bill Act. Pemerintah berencana bangun lebih dari dua puluh “pusat mega”, yaitu gudang yang diubah, untuk menahan imigran.

DHS meningkatkan pembelian lokasi fasilitas tahanan baru dalam bulan-bulan terakhir. Pada Januari, mereka membeli situs di Williamsport, Md., seharga $102.4 juta dan satu lagi di Surprise, Ariz., seharga $70 juta.

MEMBACA  Cara Mengatur Apple Watch untuk Anak Anda (2026)

Roski bukan miliarder pertama yang perusahaanya memutuskan tidak jual ke DHS. Perusahaan pengembang milik miliarder Kanada Jimmy Pattison mundur dari penjualan gudang di Virginia seluas 550.000 kaki persegi. Penjualan ini dihentikan setelah protes dan ancaman boikot besar-besaran.

Beberapa media lokal melaporkan banyak warga Hutchins, Texas, yang menentang kemungkinan fasilitas ICE itu. Termasuk Wali Kota Mario Vasquez, yang bilang gudang di kotanya “untuk penyimpanan barang, bukan untuk menahan orang.”

“Saya apresiasi pemilik gedung, Majestic Realty, atas keputusannya,” kata Vasquez. “Kami berharap bisa bekerja sama untuk mencari penyewa yang cocok untuk Kota Hutchins. Kekhawatiran kalian tidak diabaikan.”

Tinggalkan komentar