Jenny di Atlanta dan suaminya sedang dalam situasi sulit, katanya ke The Ramsey Show. Dia dan suaminya punya hutang sekitar $50.000 — $20.000 hanya untuk hutang kartu kredit dan $30.000 lagi untuk pinjaman mobil dan hutang konsumen lain, termasuk hutang medis dan ke IRS.
“Saya dan suami mulai telat,” katanya. Usianya 45 dan suaminya 51, tapi mereka masih menyewa rumah dan belum menabung apa pun untuk masa pensiun. Padahal, Jenny kerja tiga pekerjaan, suaminya kerja dua — dan pasangan ini penghasilannya sekitar $7.500 per bulan.
Dengan seorang anak perempuan kecil dan tanpa rencana, Jenny minta dukungan moral dan bimbingan dari host The Ramsey Show, Jade Warshaw dan Ken Coleman, untuk membantunya melihat jalan menuju kemandirian finansial (1).
Ini bukan kasus ketidaksetiaan finansial, jelas Coleman.
“Kami mencoba mengatur uang dengan benar, tapi kami juga mencoba memperbaiki semua hal lain dalam hidup kami di waktu yang sama,” aku Jenny.
Hidup terasa sangat berat ketika ada beban hutang yang menekan. Dia cerita ke host bahwa dia dan suaminya sedang konseling agar sepaham, tapi prioritas mereka masih terasa jauh berbeda.
Bagian yang paling menyakitkan bagi Jenny adalah kesadarannya bahwa dia tidak melihat gambaran lengkap situasinya sampai baru-baru ini. Suaminyalah yang biasa menggesek kartu dan mengelola pengeluaran sehari-hari dan dia tidak selalu transparan tentang apa yang dilakukannya.
Mereka berdua tahu harus serius melunasi hutang, tapi pengeluaran kecil untuk makan di luar — sesuatu yang menyatukan mereka — menghalangi tujuan besar mereka untuk bebas hutang.
Akar kecemasan uangnya adalah kurangnya rasa urgensi suaminya untuk mengatasi inflasi gaya hidup dan kembali ke kondisi keuangan positif. Perbedaan rasa urgensi itulah yang membuat mereka tetap di tempat yang sama meski punya penghasilan cukup. Satu pihak sangat ingin merdeka finansial, sementara yang lain tidak bisa lepas dari kebiasaan buruk.
Baca Lagi: Kekayaan bersih rata-rata orang Amerika mengejutkan: $620,654. Tapi itu hampir tidak berarti. Ini angka yang penting (dan cara meningkatkannya dengan cepat)
Uang adalah salah satu sumber konflik utama bagi pasangan.
Cerita Berlanjut
Penelitian federal tentang stabilitas keluarga menemukan bahwa pembuatan anggaran, pengeluaran, hutang dan tabungan adalah titik nyala utama. Program yang fokus bantu pasangan berkomunikasi lebih baik tentang uang bisa meningkatkan stabilitas finansial dan hubungan (2).
Ketika satu pihak fokus bebas hutang dan yang lain terus menghabiskan uang, setiap pembelian berpotensi jadi pertengkaran. Studi pada pasangan menunjukkan pertengkaran uang yang terus-menerus terkait dengan kualitas hubungan yang lebih rendah dan risiko perpisahan lebih tinggi, terutama jika pertengkaran melibatkan hutang dan tagihan sehari-hari (3).
Kecocokan finansial bukan berarti kedua orang punya kebiasaan yang identik. Yang penting adalah mereka sepakat pada hal-hal besar. Itu termasuk seberapa cepat melunasi hutang, berapa banyak menabung untuk darurat dan pensiun, serta gaya hidup apa yang realistis untuk penghasilan mereka. Penelitian menemukan pasangan yang bicara terbuka tentang isu ini, menetapkan tujuan bersama, dan bekerja sebagai tim lebih puas dan merasa kurang stres finansial, bahkan ketika uang pas-pasan (4).
Masalah Jenny dan suaminya bukan cuma $50.000 yang mereka hutang, tapi kurangnya kepemilikan bersama atas keuangan mereka. “Dia tidak semangat seperti saya,” katanya, “tapi dia mulai berubah. Dia agak menyembunyikan hutang dari saya dan kami sekarang mencoba hidup benar di semua area yang mungkin.”
Dia merasa seperti pihak yang bertanggung jawab yang harus mendorong perubahan. Suaminya bersikap seperti semuanya baik-baik saja dan hutang bisa ditunda. Kesenjangan pemahaman itulah yang coba ditutup oleh para host.
Keluar dari kekacauan seperti ini butuh perubahan dari kedua pihak, bukan cuma yang cemas yang menelepon. Ketika Jenny bilang dia memprioritaskan menghabiskan $1.000 per bulan untuk konseling pasangan, Jade dan Ken sangat mendukung. “Saya ingin melindungi [pengeluaran itu] dengan segala cara,” kata Ken, yang tahu betapa pentingnya berinvestasi pada suatu hubungan.
Bagi pasangan yang berada dalam situasi Jenny, ada beberapa langkah sederhana yang akan memulai jalan menuju kemandirian finansial. Pertama, kamu perlu duduk bersama dan membuat pengungkapan finansial lengkap. Artinya mencetak setiap laporan untuk kartu kredit, pinjaman, rekening bank, dan saldo cicilan kecil apa pun.
Kalian berdua perlu duduk di meja yang sama dan meninjau gambaran totalnya. Langkah ini terutama penting ketika satu pasangan telah berbelanja tanpa sepengetahuan yang lain. Kamu tidak bisa menyembuhkan apa yang tidak kamu lihat — atau tidak bisa lihat.
Kedua, kalian harus sepakat pada daftar singkat dan sederhana tentang tujuan bersama. Bangun dana darurat awal $1.000. Lunasi hutang non-hipotek secepat mungkin, lalu simpan tiga hingga enam bulan pengeluaran dalam bentuk tunai untuk dana darurat yang lebih besar (tapi tetap dasar).
**Tujuan bersama** mengubah percakapan dari “kamu boros banget” menjadi “bagaimana kita bisa capai target ini bareng-bareng.”
Ketiga, buatlah **anggaran berbasis nol** tertulis yang disetujui berdua setiap bulan. Di dalam anggaran bersama berbasis nol ini, setiap dolar pendapatan punya tugasnya sendiri, mulai dari sewa rumah, belanja bulanan, sampai uang khusus untuk bersenang-senang dan kencan. Metode ini adalah dasar penting dari The Ramsey Show — karena memang terbukti berhasil.
Banyak hal yang bisa dicapai satu orang yang sangat bertekad. Tapi, jauh lebih banyak lagi yang bisa diraih oleh dua orang yang bekerja sama dengan harmonis. Itulah pelajaran utamanya: Bersatu kita teguh.
Kami hanya menggunakan sumber terpercaya dan laporan dari pihak ketiga yang kredibel. Untuk detailnya, lihat **etika dan panduan editorial** kami.
@TheRamseyShow (1); GovInfo (2); National Library of Medicine (3); NC State University (4)
Artikel ini hanya memberikan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat. Disampaikan tanpa jaminan apapun.