Panduan CIA untuk Mengakali Sensor Internet Iran Viral Saat Trump Pertimbangkan Aksi Militer

Badan Intelijen Pusat (CIA) menawarkan bantuan kepada calon informan di Iran pada hari Selasa. Mereka memberikan petunjuk dalam bahasa Farsi tentang cara menghubungi agen mata-mata Amerika dengan aman. Ini terjadi saat Presiden Donald Trump mempertimbangkan kemungkinan serangan militer.

Postingan ini adalah yang terbaru dari serangkaian ajakan rekrutmen CIA dalam bahasa Farsi, Korea, Rusia, dan Mandarin. Pesan dalam bahasa Farsi yang diposting ke X, Instagram, dan YouTube ini datang saat hubungan Amerika-Iran sangat tegang. Pemerintahan teokrasi Iran juga sedang menghadapi protes baru di dalam negeri.

Amerika telah mengumpulkan kekuatan militer terbesarnya di Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir. Trump sebelumnya mengancam aksi militer menanggapi protes di Iran. Fokusnya kemudian beralih ke program nuklir Iran yang diperdebatkan. Putaran baru perundingan nuklir direncanakan minggu ini.

Sebagai tanda keresahan baru, mahasiswa mengadakan protes anti-pemerintah di universitas-universitas di Tehran pada hari Senin.

“Helo. Badan Intelijen Pusat mendengar Anda dan ingin membantu,” tulis agensi itu. “Ini adalah beberapa tips untuk melakukan panggilan virtual yang aman dengan kami.”

Postingan bahasa Farsi itu mendapat jutaan tayangan hanya dalam beberapa jam.

CIA tidak akan memberikan detail tentang dampak video rekrutmen mereka. Namun, Direktur John Ratcliffe mengatakan postingan-postingan itu memiliki pengaruh. Dia menyebut kampanye video dalam bahasa Mandarin tahun lalu menjangkau banyak warga Tiongkok.

Tips dari CIA termasuk menggunakan VPN untuk menghindari pembatasan internet dan pengawasan. Mereka juga menyarankan penggunaan perangkat sekali pakai yang tidak mudah dilacak. CIA juga mendesak calon informan untuk menggunakan peramban web pribadi dan menghapus riwayat internet mereka.

Petunjuknya mencakup cara menghubungi CIA melalui situs web publik atau darknet. CIA juga telah memposting petunjuk serupa dalam bahasa Rusia.

MEMBACA  Netanyahu Mengatakan Setidaknya 13.000 'Teroris' di Antara Warga Palestina Tewas Menurut Reuters

Juru bicara Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa belum memberikan tanggapan terkait video baru ini.

Tinggalkan komentar