Di antara banyak kekhawatiran orang Amerika tentang pusat data—dari suara dengung terus-menerus sampai harga listrik yang mahal—pemakaian air yang besar paling menonjol. Warga di kota-kota yang punya pusat data melaporkan air keruh, tekanan air lemah, dan penyedotan liar, yang mengancam salah satu kebutuhan pokok hidup.
Nvidia merasa punya solusinya: infrastruktur server baru mereka.
Perusahaan itu umumkan hari Senin bahwa server AI terbarunya akan sepenuhnya pakai pendingin cairan, sebuah metode yang hilangkan kebutuhan kipas pendingin udara yang bergantung pada air.
Sebagai gantinya, panas akan dihilangkan oleh pendingin cair yang terbuat dari air dan propilen glikol yang disirkulasi ulang dalam lingkaran tertutup. Perusahaan bilang sistem ini nggak perlu mengambil air baru.
"Kami sudah menghilangkan pemakaian listrik dalam jumlah besar dan hampir semua pemakaian air," kata Ali Heydari, direktur pendingin dan infrastruktur pusat data Nvidia, dalam sebuah pernyataan.
Selain itu, pendingin ini bisa tetap beroperasi pada suhu hingga 45°C atau 113°F, suhu yang jauh lebih tinggi dari sistem sebelumnya.
Langkah menuju sistem yang lebih hemat energi ini datang saat Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan lebih awal bulan ini bahwa pemakaian air terkait AI bisa setara kebutuhan tahunan 1,3 miliar orang pada akhir dekade ini.
Sementara itu, Nvidia bukan satu-satunya perusahaan yang berupaya banyak mengurangi pemakaian airnya. Pada Agustus 2024, Microsoft umumkan bahwa pusat data barunya akan berenti pakai air untuk pendinginan, menghemat lebih dari 125 juta liter air per tahun per pusat data.
"Haihnya yang menarik dari apa yang Nvidia umumkan adalah ini tunjukin sebenarnya apa yang mungkin dilakukan dalam mendorong suhu masukan cairan ini ke 45°C," kata Andrew A. Chien, profesor ilmu komputer di Universitas Chicago. "Ini super penting untuk didorong naik, karena di banyak kasus ini memungkinkan Anda melakukan pendinginan itu, mengeluarkan panas ke lingkungan luar tanpa menyalakan unit HVAC, tanpa menyalakan AC. Karena kalau di luar cukup sejuk, Anda nggak perlu ngelakuin itu."
Chien memimpin Pusat CERES untuk Komputasi yang Tak Terhentikan. Selama 10 tahun terakhir, pusat ini sudah mempelajari cara membuat pusat data lebih efisien dan mengurangi dampak lingkungan negatifnya. Suhu pendinginan yang lebih tinggi, jelasnya, bertentangan dengan pengetahuan umum. Standar industri adalah 30°C, yang membutuhkan lebih banyak AC untuk dipertahankan.
"Alasan kenapa mereka pengen melakukan ini adalah kalau Anda bisa mendinginkan cip pada suhu yang lebih tinggi, jadi lebih mudah untuk melepas panas itu ke lingkungan luar, karena suhunya lebih tinggi, dan panas mengalir turun," kata Chien.
Meski dia bilang pemakaian air nol itu nggak realistis, pendingin cair akan banyak mengurangi kebutuhan air. Masalahnya adalah sistem ini mahal.
Nvidia tidak segera menanggapi permintaan komentar Fortune tentang biaya sistem tersebut atau apakah perusahaan itu akan memperbaharui pusat data yang sudah ada dengan teknologi ini.
Perusahaan itu memperkirakan bahwa fasilitas hyberscale 50-megawatt bisa menghemat lebih dari $4 juta setahun dalam biaya energi dan air terkait pendinginan dengan beralih ke infrastruktur pendingin cair.
"Ini adalah arah yang harus dicoba oleh lebih banyak orang ke sana, karena ini akan mengurangi total konsumsi energi dari pusat data besar ini," kata Chien.