Notulen Fed Sinyalkan Polemik Tajam soal Arah Suku Bunga

Perang Iran, tarif, dan investasi besar-besaran di bidang AI karena permintaan tinggi bisa menciptakan kondisi inflasi. Situasi ini mungkin membuat para pembuat kebijakan Federal Reserve harus mempertimbangkan kenaikan suku bunga tahun ini.

Tapi tidak untuk sekarang.

Menurut catatan rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Juni, para pembuat kebijakan di bank sentral memang khawatir tentang inflasi yang tinggi. Namun, mereka butuh data lebih banyak dulu sebelum mengubah suku bunga utama.

Data juga bisa menunjukkan bahwa suku bunga tetap perlu dipertahankan untuk sementara, atau bahkan diturunkan lebih cepat dari yang diperkirakan banyak orang.

Catatan rapat tidak menyebutkan nama peserta. Jadi, pengamat Fed harus membaca setiap kata di dokumen 15 halaman yang dirilis pada 8 Juli itu, dan juga membaca di sela-sela tulisannya.

Kepala Ekonom LPL Financial, Jeffrey Roach, mengatakan catatan itu menunjukkan FOMC punya “perdebatan keluarga” yang serius tentang berbagai skenario. Ini situasi yang sulit dengan rentang hasil yang lebar.

“Satu hal yang pasti: kebijakan masa depan sangat tergantung pada situasi politik di Timur Tengah. Jika kita bisa tahu arahan dari catatan ini, komite sedang memproses banyak skenario dan tidak akan terikat pada satu skenario sampai data berikutnya memberi kejelasan,” kata Roach.

Roach menambahkan dia tidak memperkirakan FOMC akan mengubah suku bunga di pertemuan 28-29 Juli.

Tugas ganda Fed membutuhkan keseimbangan

Mandat ganda Fed dari Kongres adalah mencapai tingkat pekerjaan tertinggi dan harga yang stabil.

Suku bunga rendah membantu rekrutmen kerja tapi bisa memicu inflasi. Ini berisiko membuat inflasi semakin naik, bahkan menyebabkan putaran inflasi makin cepat.

Suku bunga tinggi akan meredam harga tapi bisa melemahkan pasar kerja. Suku bunga utang lebih tinggi dan akan memperlambat kegiatan ekonomi.

MEMBACA  Bernstein Meningkatkan Target Harga Ford (F), Waspadai Risiko Semester Kedua

Fed pertahankan suku bunga sejauh ini tahun berjalan

Komite FOMC yang menetapkan suku bunga bulan lalu sepakat untuk mempertahankan target suku bunga utama pada kisaran 3,5% sampai 3,75%.

Para pembuat kebijakan sudah tiga kali memotong suku bunga masing-masing 25 bps pada tiga pertemuan terakhir tahun 2025 untuk membantu pasar kerja yang sedang melemah.

Namun, pemotongan “asuransi” ini berhenti setelah mayoritas pembuat kebijakan menilai risiko harga tinggi (lebih besar dari tanda) yang menunjukkan pasar kerja mulai stabil.

Suku bunga dana adalah bunga yang dikenakan Federal Reserve pada bank lain untuk pinjaman per malam.

Perubahan suku bunga ini akan mempengaruhi biaya pinjaman mulai dari kartu kredit hingga pembiayaan mobil, dan juga memepengaruhi suku bunga hipotek jangka panjang.

Ini adalah salah satu alat yang bisa digunakan Fed untuk menjaga ekonomi tetap seimbang, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.

Warsh bilang risiko inflasi sedang turun

Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, mengatakan pada 1 Juli bahwa risiko inflasi beberapa minggu di(belum)ri. Walaupun dia tidak memberikan data atau angka untuk bukti.

Sebaliknya, berkerja (butaw) di pertemuan tahunan European Central Bank pada siswa Dan lagi buat anda Polit * Econ sehingga pas—Dalam komun p “L su has tjd ba be De u Te and Dia ihIn C iMila W Pd ra”.

Se c naik Mb Tin PtW mb Va(At eE Rp

Tinggalkan komentar