Mencari Tukang Listrik atau Teknisi AC? Siap-Siap Menunggu, Karena Mereka Sedang Sibuk Mengerjakan Proyek Pusat Data

Jika kamu berencana untuk renovasi rumah atau upgrade sistem pemanas, ventilasi, dan AC (HVAC) musim panas ini, mungkin akan lebih susah cari orang untuk kerjain proyek itu.

Ini adalah salah satu cara bagaimana booming data center mempengaruhi orang Amerika.

Data center butuh listrik dan air yang besar setelah beroprasi, tetapi permintaan tenaga kerja untuk membanguunya juga sangat besar.

Ini adalah booming yang disebut sebagi perubahan besar oleh orang-orang di industri konstruksi, dan efeknya terasa di seluruh negri.

Data center baru-baru ini jadi berita utama, dengan para pembuat undang-undang mau menghentikan tagihan listrik warga yang naik gila-gilaan karena beban jaringan listrik, dan mereka yang tinggal dekat data center sudah peringatkan tentang masalah air.

Masyarakat dimana data center akan dibangun juga berusaha hentikan proyek itu.

Tapi perusahaan teknologi yang bersaing di lomba AI tidak tunjukan tanda-tanda akan melambat. Awal tahun ini jadi rekor baru untuk data center, dengan nilai pembangunan mencapai $25,2 miliar. Di bulan Januari, 20 proyek data center mulai dibangun di AS, menurut ConstructConnect News.

Data dari U.S. Census Bureau manunjukan bahwa data center sekarang mencapai 2,3% dari semua belanja konstruksi di AS, dengan pengeluaran melebihi $50 miliar untuk pertama kalinya pada bulan April.

Menurut posting blog dari platform manajemen tenaga kerja Rivet, pembangunan data center sangat berbeda dari konstruksi komersil biasa karena dua alasan: Ini terjadi jauh dari pusat kota, yang ada sumber tenaga kerja lokal, dan kebutuhan listrik jauh lebih besar porsinya dalam pekerjaan.

Laporan dari International Brotherhood of Electrical Workers bilang bahwa "antara 45% hingga 70% dari seluruh anggaran pembangunan data center pergi ke subkontraktor listrik."

MEMBACA  Saham Menguat Diharpkan Suku Bunga Turun

Dalam wawancara dengan Snips News, publikasi dagang yang meliput industri HVAC, Jay Bowman, mitra dari konsultan dan investasi FMI, bilang kekurangan tenaga kerja terampil adalah "masalah pengiriman nomor satu dimana proyek data center besar dan infrastruktur aktif, dan ini bahkan lebih parah di daerah terpencil seperti Texas barat."

Bowman bilang ada "pergeseran jelas" ketika pada jenis proyek konstruksi lain bersaing dengan proyek data center untuk tenaga kerja. "Kami lihat kontraktor hampir secara tak segaja jadi perusahaan yang fokus hanya data center," kata Bowman.

Baca Juga: Ini 5 biaya tetap yang orang Amerika sering bayar lebih. Berapa banyak yang merusak anggaranmu?

Pedang bermata dua dari booming data center AI di Texas

Di Abilene, Texas, sebuah kota yang punya kampus data center AI besar didukung oleh Oracle dan OpenAI, pembangun rumah Gene Lantrip lihat dampaknya lansung. Lantrip bilang sama Realtor.com kalau kampus data center itu "pedang bermata dua."

Meskipun kampus ini bawa pekerja baru ke daerah, yang berarti permintaan rumah naik, Lantrip juga menghadapi waktu yang lebih lama untuk bangun dan perbaiki rumah. Soalnya, banyak subkontraktornya kehilangan pekerja karena kerja di data center dengan gaji lebih tinggi.

Menurut laporan Wall Street Journal (7), pekerja bisa dapat 25% sampai 30% lebih banyak kalau kerja di proyek data center.

Lantrip kasih tau Realtor.com kalau ada 14.000 pekerja sementara di daerah itu yang butuh tempat tinggal. Dia bangun lebih banyak rumah dari "waktu boom COVID" – tapi karena kurang tenaga kerja terampil, satu proyek jadi dua bulan lebih lama selesai.

"Kamu punya banyak rumah, tapi tukang listrik, tukang ledeng, dan teknisi AC gue kehilangan kru mereka. Tukang listrik gue mulai rekrut anak umur 18 tahun, bahkan yang masih SMA, terus dilatih," kata Lantrip ke Realtor.com. "Tapi butuh waktu buat latih anak-anak itu."

MEMBACA  Sektor kendaraan listrik China menembus pasar luar negeri meskipun proteksionisme barat yang meningkat

Ladd Schuiling, wakil presiden penjualan di Skilledtrades.com, bilang ke Realtor.com, kalau konstruksi data center butuh tukang listrik yang punya pengalaman industri dan komersial. Tapi tukang listrik rumah juga bisa dipake "untuk hal seperti narik kabel, [yang] hampir semua tukang listrik, apapun industrinya, tau caranya," katanya.

Setiap ada info dari, , saluran konten selalu muncul header kecil “Sponsor” sama ikon “i” buat lanjut lagi?

Hahaha saya ngajak goblog ya? Construct Connect News (1); Bloomberg (2); Rivet (3); IBEW (4); ACRH news (5); Realtor (6); WSJ (7); Pew Research (8).

Artikel ini pertama muncul di Moneywise.com dengan judul: Cari tukang listrik atau teknisi HVAC? Siap-siap nunggu lama, soalnya mereka lagi sibuk proyek data center.

Artikel in cuma infomrasi aja, bukan saran. Tidak ada jaminan atas kontennya

\
*oh catatan akhir: dlm instruction text visual appear and gadd haree

Tinggalkan komentar