Mahkamah Agung Dukung Independensi Federal Reserve dan Selamatkan Utang AS dari Krisis

Mahkamah Agung Amerika Serikat memutuskan bahwa Federal Reserve memiliki posisi istimewa di pemerintahan yang melindunginya dari campur tangan Gedung Putih. Keputusan ini penting bagi pasar obligasi.

Hakim memutuskan 5-4 pada hari Senin bahwa Presiden Donald Trump salah ketika mencoba memecat Gubernur Fed Lisa Cook bulan Agustus lalu karena dia tidak mendapat proses hukum yang layak.

Upaya Trump memecatnya adalah yang pertama kali terjadi. Ini muncul saat dia meminta Federal Reserve menurunkan suku bunga, meskipun data menunjukkan inflasi masih tinggi sebagian karena kebijakan tarifnya.

Pejabat Fed bisa dipecat karena alasan tertentu saja, seperti kesalahan besar atau kelalaian. Cook dituduh melakukan penipuan hipotek sebelum bergabung dengan Fed. Dia membantah tuduhan itu dan mengatakan dia tidak diberi kesempatan untuk membela diri. Pengadilan sebelumnya setuju dengannya.

Ketua Hakim Roberts menulis bahwa Cook berhak mendapat pemberitahuan dan kesempatan untuk menanggapi sebelum dipecat. Dia juga mengatakan argumen pemerintah Trump bahwa presiden bisa memecat anggota Fed kapan saja tanpa alasan akan menghilangkan perlindungan hukum.

Perlindungan Fed dari keinginan presiden sangat penting bagi tugas bank sentral untuk menetapkan kebijakan moneter tanpa pertimbangan politik. Roberts menjelaskan bahwa kemerdekaan dan penampakan kemerdekaan Fed adalah kunci.

Keputusan Mahkamah Agung ini mengikuti keputusan pengadilan yang membatalkan panggilan terkait penyelidikan Departemen Kehakiman terhadap mantan Ketua Fed Jerome Powell.

Hakim mengatakan panggilan itu tampaknya bertujuan menekan Powell agar menurunkan suku bunga atau mengundurkan diri. Departemen Kehakiman sudah menghentikan penyelidikannya, tetapi Powell bertekad tetap di Fed sampai kasusnya selesai.

Ini memutus tradisi yaitu pendahulunya biasanya keluar dari dewan Fed setelah masa jabatan sebagai ketua berakhir. Tapi Powell adalah pembela setia kemerdekaan Fed.

MEMBACA  Warisan dan Musim Terakhir dari The Last of Us Bab 2.

Kemampuan Fed memerangi inflasi tanpa campur tangan dari luar mendukung pasar obligasi. Jika investor percaya politik mempengaruhi kebijakan moneter, mereka akan menjual obligasi pemerintah karena takut inflasi tinggi.

Ini akan membuat obligasi kurang menarik, mengurangi permintaan saat pemerintah perlu menjual banyak utang untuk menutupi defisit anggaran. Imbal hasil obligasi juga naik sehingga pemerintah harus membayar lebih banyak untuk pinjaman, memperburuk defisit dan menambah utang AS $39 triliun.

Peran Fed di pasar obligasi juga disinggung oleh lembaga pemeringkat S&P Global ketika mempertahankan peringkat utang AS di AA+ pekan lalu. Ini adalah kali pertama sejak Trump mencoba memecat Cook dan menyelidiki Powell.

S&P mengatakan kekuatan institusi Federal Reserve dan kredibilitasnya memberi AS fleksibilitas kebijakan moneter yang besar. Bank sentral telah membantu menenangkan pasar keuangan global berulang kali. S&P memperkirakan Fed akan terus menurunkan inflasi dan masalah keuangan lain.

Faktor lain seperti ekonomi yang kuat dan pendapatan tarif turut memengaruhi peringkat AA+. Tapi yang terpenting bagi lembaga itu adalah kemerdekaan Fed dan peran dolar sebagai mata uang cadangan global.

S&P menurunkan peringkat AS yang sempat AAA pada 2011 karena masalah anggaran. Untuk saat ini, Fed berhasil menghindari penurunan peringkat lain yang bisa membuat kacau pasar obligasi. S&P memuji kredibilitas Fed dan mendukung laju ekonomi sistem keuangan.

Tinggalkan komentar