Kaget dengan agresi Presiden Donald Trump terhadap Greenland, Uni Eropa sedang menyiapkan langkah-langkah balasan terhadap Amerika Serikat.
Tapi sebagai blok perdagangan dari 27 negara, alat UE kebanyakan adalah instrumen keuangan. Mulai dari tarif tinggi untuk barang AS sampai yang disebut “bazoka perdagangan” yang diusulkan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Istilah itu adalah singkatan dari Anti-Coercion Instrument (ACI) blok itu, yang bisa memberi sanksi ke perorangan atau lembaga yang menekan UE.
Sanksi itu bisa menyebabkan kerugian miliaran dolar untuk perusahaan AS dengan membatasi akses pasar UE, melarang mereka dari tender publik UE, dan mungkin membatasi investasi serta ekspor-impor barang dan jasa.
Sejauh ini, sedikit dukungan di UE untuk memakainya, kecuali dari Prancis.
Macron memperingatkan di Davos hari Selasa bahwa tarif tambahan oleh AS bisa memaksa UE menggunakan mekanisme anti-paksaan untuk pertama kalinya.
“Anehnya, kita bisa berada dalam situasi dimana kita pakai mekanisme anti-paksaan pertama kali melawan AS,” kata Macron. Dia bilang negara sekutu harus fokus bawa perdamaian ke Ukraina.
“Bisa bayangkan? Ini gila. Saya menyesal, tapi ini akibat dari sikap agresif yang tidak perlu. Tapi, kita semua harus tetap tenang.”
Macron menjelaskan mekanisme itu sebagai “alat yang kuat dan kita tidak boleh ragu untuk menggunakannya di lingkungan yang sulit sekarang.”
Pemimpin UE akan mengadakan pertemuan darurat di Brussels hari Kamis karena ketegangan dengan Trump.
ACI didirikan oleh Komisi Eropa tahun 2021 setelah Beijing membatasi perdagangan dengan Lithuania karena hubungannya dengan Taiwan, yang diklaim China sebagai wilayahnya.
“Tujuan utama ACI adalah pencegahan. Jadi, instrumen ini akan paling berhasil jika tidak perlu dipakai,” menurut pernyataan komisi sebelum perselisihan tentang Greenland.
Dibutuhkan setidaknya enam bulan untuk mengaktifkan ACI.
Nilai perdagangan barang dan jasa UE-AS mencapai 1,7 triliun euro ($2 triliun) di tahun 2024, atau rata-rata 4,6 miliar euro per hari, menurut badan statistik UE, Eurostat.
Ekspor terbesar Eropa ke AS adalah obat-obatan, mobil, pesawat terbang, bahan kimia, alat medis, serta anggur dan minuman keras.
—-
Penulis Associated Press Sylvie Corbet di Paris berkontribusi untuk laporan ini.