Lithium Bersiap Menuju Skenario "Siklus Bull 3.0" – Apa Artinya bagi Investor?

Benzinga dan Yahoo Finance LLC mungkin dapet komisi atau keuntungan dari beberapa barang melalui link-link di bawah ini.

Harga lithium bisa naik turun, tapi kita mungkin bakal lihat lonjakan harga lagi karena kelebihan pasokan di pasar mulai berkurang, kata analis Geraldo Del Real.

Kelebihan Pasokan China Sudah Berkurang

Harga lithium jatuh 86% dari puncaknya tahun 2022 karena kelebihan pasokan, tapi sekarang pasar mulai seimbang. Ini karena pemerintah China turun tangan, penjualan mobil listrik naik, dan beberapa tambang ditutup, lapor Reuters.

Del Real bilang dia gak nyangka kelebihan pasokan di China bakal bertahan lama, tapi pasar mulai tunjukkan tanda positif untuk masa depan lithium.

Ganfeng Lithium, produsen lithium terbesar di dunia, bilang permintaan untuk baterai mobil listrik dan penyimpanan energi naik drastis.

Perang Iran Bisa Pengaruhi Pasokan

Konflik antara AS-Israel dengan Iran bikin semua orang sadar pentingnya punya rantai pasokan logam sendiri, termasuk lithium, di luar China, kata Del Real.

Perang dagang antara AS dan China juga makin panas, karena mereka sama-sama batasi ekspor komponen penting untuk teknologi dan alat militer.

Sebuah studi dari universitas di Swedia bilang negara-negara besar bakal kekurangan lithium untuk mobil listrik dalam beberapa tahun ke depan. Produsen lithium di China, Eropa, dan AS bakal naik, tapi tetap gak cukup.

Del Real bilang pemerintah AS dan China mungkin bakal kasih insentif baru untuk naikan pembelian mobil listrik, yang bakal bikin permintaan makin cepat.

‘Tech Bro’ dan AI Juga Naikin Permintaan Mineral

Del Real menyebut miliader teknologi seperti Elon Musk dan Jeff Bezos sebagai “tech bro.” Keinginan mereka untuk belanjakan lebih banyak uang ke eksplorasi luar angkasa juga jadi faktor positif buat harga lithium.

MEMBACA  Penjualan Besar-Besaran SaaS yang Mencemaskan Ubah Perhitungan bagi Startup dan Pasar Privat: “Kode Semata Bukanlah Pertahanan yang Nyata”

McKinsey memperkirakan ekonomi luar angkasa bisa mencapai $1,8 triliun pada 2035. Ini termasuk satelit, roket, dan layanan GPS.

Pengeluaran untuk luar angkasa dan infrastruktur AI akan butuh “banyak sekali mineral, termasuk lithium,” kata Del Real.

tersebut=kA

Tinggalkan komentar