5 Jan (Reuters) – Booming kecerdasan buatan yang dorong saham teknologi Wall Street sekarang “mulai memasuki tahap gelembung,” kata manajer hedge fund Ray Dalio dalam post di platform X hari Senin.
Indeks utama Wall Street catat kenaikan dua digit di tahun 2025, jadi tahun ketiga berturut-turut naik, terakhir terjadi tahun 2019–2021. Kenaikan ini didorong permintaan besar investor untuk saham terkait AI, yang dorong patokan saham AS ke rekor tertinggi baru.
Dalio, pendiri hedge fund Bridgewater Associates tahun 1975, bilang saham AS kinerjanya jauh di bawah saham non-AS dan emas di 2025. Harga emas melonjak lebih 60% tahun lalu, sementara pasar berkembang punya tahun bagus dan indeks FTSE 100 Inggris lebih baik dari pasar global utama.
“Jelas, investor pasti lebih milih saham non-AS daripada saham AS, sama seperti mereka lebih suka obligasi non-AS daripada obligasi dan kas AS,” tulisnya.
Saham global naik-turun di musim gugur karena kekhawatiran akan gelembung saham AI tekan sentimen dan tambah risiko jual besar-besaran.
Sementara itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ketidakpastian soal arah suku bunga Fed AS tambah kecemasan investor.
“Tentu, ada pertanyaan besar tentang kebijakan Fed dan pertumbuhan produktivitas ke depan,” kata Dalio.
“Tampaknya besar kemungkinan ketua Fed baru dan FOMC akan bias untuk turunkan suku bunga nominal dan riil, yang akan dukung harga dan kembungkan gelembung lebih lanjut.”
Analis bilang investor global akan cari peluang tahun ini di bagian pasar keuangan yang undervalue, karena makin khawatir gelembung AI buat trader melihat ke luar saham teknologi yang harganya sudah tinggi.
Dana makro utama Bridgewater Associates catat kinerja terbaik sepanjang masa di 2025, lapor Reuters akhir Desember.
(Pelaporan oleh Manya Saini di Bengaluru; Penyuntingan oleh Anil D’Silva)